Siantar, hetanews.com – Plh Ketua Bawaslu Pematangsiantar, Nanang Wahyudi Harahap menyebut bagi bagi garam oleh koalisi relawan masyarakat kolom kosong [Kawan Mas Koko] bukan sebuah pelanggaran. 

Dijelaskan Nanang, pelanggaran ada jika Kawan Mas Koko adalah peserta Pilkada Pematangsiantar 2020. Sementara Pilkada hanya diikuti satu Paslon tunggal yakni Asner Silalahi dan Susanti Dewayani

"Dasar kita menyatakan itu bukan pelanggaran kan karena memang Kawan Mas Koko bukan peserta,” jelas Nanang dihubungi Hetanews, Senin (2/11/2020).

Masih kata Nanang, sosialisasi tentang kolom kosong kepada pemilih merupakan bentuk berdemokrasi. Meski regulasi mengatur kolom kosong belum ada,  namun dijamin jika melakukan kegiatan sosialisasi

“Jadi walaupun mereka membagikan apapun itu adalah urusan mereka kecuali paslon membagikan baru kita tindak," ujarnya.

Baca juga: Sekretaris Koalisi Undur Diri Sebut Karena Arogansi

Contohkan garam

Sementara itu, Ketua Presidium Kawan Mas Koko Horas Sianturi, mengibaratkan garam tersebut adalah hak suara pemilih. Meski begitu Horas masih enggan memberitahu rencana membagi garam kemasan tersebut. 

"Rakyat itu bagaikan garam, kalau suara itu murni maka itulah yang akan kami garami. Seperti sayur tanpa garam rasanya hambar, difikirlah suara rakyat itu kalau tidak seperti garam lagi rasanya hambar," kata Horas saat di hubungi  terpisah.

Pihaknya juga mengibaratkan garam sebagai bahan untuk edukasi bagi pemilih. 

“Kalaupun nanti kami buat (Garam) sampel, itu makna suara rakyat. Kalau suara itu benar-benar dari hati yang paling dalam maka sama dengan fungsi garam," ujarnya.

Untuk diketahui Pilkada Pematangsiantar 9 Desember 2020 mendatang hanya ada satu Paslon. Selain calon tunggal itu, ada kolom kosong. Dalam kertas suara kolom kosong akan ditemukan pada posisi sebelah kanan.

Baca juga: Mas Koko Sudah Deklarasi, Ini Kata Asner Silalahi