Siantar, Hetanews.com - Divisi Humas dan Legal PD PAUS Anwar Sinaga mengklaim revitalisasi terhadap kios Pasar Hongkong telah mengantongi IMB. Saat ini pihaknya melakukan pemetaan rancangan bangunan.

"IMB sudah kami urus, tetapi saat ini kita lakukan pemetaan dulu karena bisa berubah-berubah, itulah psikologi pasar," ucap Anwar kepada Hetanews ditemui di Lantai II Pasar Hongkong Jalan Diponegoro, Senin (2/11/2020).

Menurut Anwar, biaya kontrak satu kios biasanya berkisar 5 tahun bukan 10 tahun. Selebihnya digunakan untuk biaya penambah pembangunan.

Anwar juga menepis tudingan pedagang ukuran kios tidak sesuai dengan ukuran yang sebelumnya disepakati. Kios berukuran 5 Meter x 3 Meter berbiaya Rp 20 Juta per satu kios.

Pedagang sebut pembodohan

Pedagang di Pasar Hongkong, Daulat Panggabean, menuding PD PAUS telah melakukan pembodohan terkait biaya dan ukuran kios baru di Pasar Hongkong.

Menurut Daulat, sebelumnya dijanjikan kios akan berukuran 2,3m x 3m berbiaya 20 juta dengan kontrak 10 tahun. Namun nyatanya berukuran 1,3 m x 3 meter tanpa memberitahukan nilai kontrak.

“Tetapi setelah peletakan batu pertama malah berbeda dengan rencana awal. Ukuran 1,3 Meter x 3 Meter dibangun tiga kios untuk banyak orang [Pedagang] itu. Masa ukuran berbeda harga sama? Ada apa?," kata Daulat ditemui di pasar Hongkong.

Pernyataan Daulat ditepis Anwar. Ia menyebutkan bahwa Daulat memaksa PD PAUS agar mendapat dua kios sekaligus dengan uang muka Rp.15 juta.

"Sebenarnya baru dia [Anwar] yang ngasih uang Rp 15 juta. Itu pun kami sebenarnya tidak terima tetapi dipaksakan sama dia, itupun boleh dikonfirmasi sama dia," kata Anwar ditemui terpisah .

Baca juga: Kios Baru Di Pasar Hongkong Disorot Pedagang