Siantar, Hetanews.com -  Pemko Pematangsiantar merilis informasi Covid 19 melalui website corona.pematangsiantar.go.id. Berikut jumlah kasus  di Pematangsiantar hingga Minggu 1 November 2020 Pukul 18.00 WIB. 

Suspek (Dirawat) 184 orang 
Konfirmasi (Dirawat) 113 orang
Suspek (Meninggal) 14 orang
Terkonfirmasi (Meninggal) 9 orang
Terkonfirmasi (Sembuh) 279 orang

Kerumunan

Hetanews menghimpun rentetan peristiwa yang menimbulkan kerumunan warga selama masa pandemi bulan Oktober 2020. Paling banyak diantaranya adalah unjuk rasa. 

Unjuk rasa serentak tolak Omnibus Law berimbas ke Kota Pematangsiantar.  Aksi tersebut berlangsung dalam tiga gelombang mulai 8 Oktober 2020.

Baca juga: Ramai ramai Warga Suarakan Kota Siantar Damai

Sebelum aksi Omnibus Law, unjuk rasa berbeda datang menuntut pergantian Plt Dirut RSUD Djasamen akibat kesalahan pemandian jenazah, 5 Oktober 2020. Aksi serupa juga datang dari kalangan mahasiswa.

Demo selanjutnya datang dari sejumlah masyarakat yang menyuarakan Siantar Damai. Aksi yang mendatangkan ratusan warga tersebut berlangsung pada 26 Oktober 2020.

Gugus Tugas

Hetanews mewawancarai Jubir GTPP Covid 19 Kota Pematangsiantar, Daniel Siregar, mengenai dampak yang ditimbulkan aksi unjuk rasa terhadap penyebaran Covid 19. 

Daniel mengaku belum mengetahui percis apakah kerumunan demo menjadi pemicu klaster baru Covid 19.

“Sampai saat ini belum terlihat adanya dampak kerumunan saat demo UU Omnibus Law kamis lalu. Belum ditemukan juga adanya klaster baru setelah demo yang lalu,” ujar Daniel ditemui di depan gedung DPRD saat demo, Kamis 8 Oktober 2020.

Baca juga: Satgas Covid Siantar Belum Temukan Dampak Dari Kerumunan Pasca Demo Hari Ini

Peraturan Walikota

Walikota Hefriansyah menerbitkan Peraturan Walikota (Perwali) No 19 Tahun 2020 tentang pencegahan dan penanganan Covid 19. Pemko melalui GTPP telah melakukan sosialisasi terhadap Perwa tersebut. 

Penerapan aturan tersebut sempat menuai keraguan publik. Pasalnya di tengah pandemi Pemko menyetujui digelar Bazaar  di halalan Parkir Pariwisata Jalan Merdeka, pada September 2020. 

Bazar bertemakan pameran kuliner oleh UMKM dan penggalangan kepedulian kepada korban Gunung Sinabung. Selama sepekan berlangsung bukan tidak terjadi kerumunan di tempat tersebut. Namun pemko mengklaim Bazar sudah mematuhi prokes.

Baca juga: Tak Serius, Polres Sibuk Operasi Masker Eh Ada Bazaar Tepat Di Depan Hidung Balai Kota Siantar