Langkat, hetanews.com - Polisi menyelidiki kasus tiga bocah hilang misterius yang saat ini menjadi perhatian masyarakat luas di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Korban rata-rata masih berusia tujuh tahun asal Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian.

Sampai hari ke-12, pencarian masih nihil dan belum menemukan petunjuk apapun. Padahal telah dilakukan pencarian besar-besaran dengan melibatkan ratusan warga, petugas gabungan hingga anjing pelacak serta paranormal.

Berikut sejumlah fakta sementara kasus tiga bocah hilang misterius di Langkat:

1. Bermain Dekat Galian

Lokasi ketiga bocah hilang yakni di bekas timbunan tanah galian kawasan lahan perkebunan PT LNK. Mereka ketika itu berlarian sambil melihat-lihat alat berat eskavator yang sedang membuat parit pada pukul 10.00 WIB. Siang hari pukul 14.00 WIB, salah satu orang tua korban mencari anaknya untuk dipanggil pulang makan, namun mereka tak ada lokasi. Warga kemudian melakukan pencarian namun tak membuahkan hasil hingga kejadian ini dilaporkan ke polisi.

2. Sempat Terekam Kamera Ponsel

Ketiga korban dan teman lainnya tertangkap kamera ponsel sedang bermain di TKP lokasi hilang. Dalam video pendek berdurasi beberapa detik, mereka tampak sedang main kejar-kejaran dengan latar belakang alat berat eskavator. Rekaman ini menjadi satu-satunya petunjuk pencarian awal.

3. Polisi Dirikan Posko Terpadu

Polisi merespons cepat dengan mendirikan posko pencarian orang hilang di Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian. Setiap harinya ratusan relawan datang dan ikut serta membantu pencarian bersama petugas gabungan.

Mereka tak hanya menyisir areal galian, namun juga danau di sekitar lokasi hingga ke kawasan perkebunan sawit. Radius pencarian terus ditingkatkan seluas 100 hektare di sekitar TKP hilang. 

Di posko ini petugas juga menyebarkan foto-foto ketiga korban. Informasi ini dengan cepat menyebar di media sosial.

4. Keluarga Minta Bantuan Paranormal

Keluarga meminta bantuan paranormal untuk menemukan tiga bocah malang. Selanjutnya dilakukan ritual kuda lumping di lokasi ketiga anak itu terakhir terlihat. Penerawangan paranormal, ketiga anak ini dibawa makhluk gaib.

Keluarga dan paranormal juga menggelar ritual melepas ikan emas ke danau untuk mencari tiga anak hilang. Ada tiga ikan yang dilepas dengan harapan mendapat petunjuk untuk menemukan ketiga korban. Namun sejauh ini belum ada hasil dalam pencarian ini. 

5. Polisi Tutup Posko Pencarian

Polisi menutup posko ini karena membeludaknya warga yang ingin melihat proses pencarian hingga menyulitkan petugas. Permintaan penutupan posko pencarian di rumah kepala Dusun Pulka itu sesuai dengan permintaan keluarga. Mereka merasa tidak nyaman karena warga selalu ramai di lokasi kejadian.

"Kenapa kami tutup sementara waktu, karena hilangnya tiga anak ini menjadi tontonan luar biasa bagi masyarakat sekitar hingga menyulitkan proses pencarian," ujar Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga.

6. Pencarian Belum Berakhir

Kendati posko telah ditutup, pencarian terhadap ketiga bocah masih terus dilakukan hingga memasuki hari ke-12. Polisi juga kembali memeriksa saksi-saksi untuk menggali keterangan.

Sejumlah saksi yang diperiksa di antaranya, operator alat berat, pengawas kegiatan pengerukan parit hingga warga yang merekam video sebelum anak tersebut hilang.

Polisi juga telah menutup akses menuju Dusun Pulka sementara waktu dengan menggunakan portal besi. Selain warga yang berkepentingan dilarang masuk. Petugas juga memasang garis polisi di sejumlah titik untuk kepentingan penyelidikan.

sumber: inews.id