HETANEWS.COM

Luhut Pastikan Foord Estate di Sumatera Utara Tak Lewati Batas Hutan Lindung

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pesan kepada warga muslim memasuki bulan suci Ramadan ini. Pesan yang disampaikan dalam video pendek ini diunggah di YouTube, Jumat dini hari, 24 April 2020. Foto: Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI

Jakarta, hetanews.com -Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Joko Widodo telah meninjau perkembangan kawasan Food Estate selain di Desa Siria-ria, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, sekitar tiga hari lalu. Lokasi tersebut akan menjadi kawasan Food Estate, selain di Kalimantan Tengah.

"Pemilihan lokasi Kawasan Food Estate di sana, saya pastikan tidak melewati batas hutan lindung atau area konservasi lainnya," ujar Luhut dalam postingannya di akun instagram @luhut.pandjaitan, Jumat, 30 oktober 2020.

Luhut mengatakan pemilihan lokasi itu sudah melalui serangkaian kajian lingkungan dan proses peralihan fungsi kawasan hutan yang dilakukan oleh Kemenko bersama seluruh kementerian terkait, dengan melibatkan akademisi dari berbagai Universitas dan Institut ternama di bidang Pertanian.

Setelah berkeliling di lahan Kawasan Food Estate tersebut, Luhut mengatakan presiden juga membagikan puluhan ribu sertifikat tanah kepada masyarakat adat di Stadion Simangaronsang, Kecamatan Doloksanggul.

"Saya melihat sertifikat yang dibagikan termasuk diantaranya adalah 87 sertifikat untuk bidang lahan yang berada di kawasan Food Estate di Humbang Hasudutan agar keberadaan lahan produktif tetap terjaga baik," ujar dia.

Luhut mengatakan rencana pemerintah mengembangkan Food Estate di sejumlah lokasi didorong adanya peringatan terkait ancaman krisis pangan dunia akibat pandemi Covid-19 dikeluarkan oleh Organisasi PBB untuk pangan dan pertanian dunia (FAO) di bulan Maret 2020.

"Saya berpikir sudah saatnya kita harus membenahi ketahanan pangan nasional kita."

Menurut dia, meskipun indeks ketahanan pangan nasional Indonesia naik, nyatanya tidak selaras dengan ketahanan pangan mandiri Tanah Air. Sebab, hingga saat ini masih ada peningkatan jumlah impor bahan pangan setiap tahunnya.

Kendati demikian, pada hari ini, kata dia, boleh jadi semua orang belum merasa resah karena bahan pangan masih tersedia. Namun, krisis pangan global sudah mengintai dari jauh.

"Oleh karena itu, kita tidak boleh tinggal diam, terobosan dan langkah harus terus diupayakan demi mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi di masa mendatang," ujar Luhut.

Sumber: tempo.co

Editor: andi.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan