HETANEWS.COM

Novel Baswedan Pimpin Tim yang Tangkap Penyuap Nurhadi

Tersangka penyuap eks Sekretaris MA Nurhadi, Hiendra Soenjoto.

Jakarta, hetanews.com - KPK berhasil menangkap tersangka penyuapan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, yaitu Direktur Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto, yang telah buron sejak 14 Februari 2020 lalu.

Penangkapan ini tak terlepas dari kerja apik tim penyidik KPK yang terus memburu keberadaan Hiendra. Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, bahkan menyebutkan bahwa tim penyidik yang menangkap Hiendra adalah tim yang sama yang sebelumnya berhasil meringkus Eks Sekretaris MA, Nurhadi.

Tim yang dimaksud Nawawi adalah tim yang didalamnya beranggotakan sejumlah penyidik KPK termasuk Novel Baswedan.

"Iya tim yang sama yang nangkap NHD (Nurhadi)," ujar Nawawi, Jumat (30/10).

Diketahui sebelumnya Nurhadi berhasil ditangkap penyidik KPK di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, pada Senin 1 Juni 2020 malam. Penyidik senior KPK, Novel Baswedan yang tergabung dalam tim, saat itu turut mengamankan juga menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono. Rezky berstatus tersangka dan juga buronan bersama Nurhadi.

Terkait Hiendra, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, menyampaikan dalam konferensi pers bahwa Hiendra ditangkap tim KPK di sebuah apartemen di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Penangkapan Hiendra bermula dari informasi yang disampaikan masyarakat pada Rabu 28 Oktober yang mengatakan bahwa sang buronan ada di apartemen tersebut.

"Penyidik KPK dapat informasi dari masyarakat tersangka HSO datang ke apartemen yang berada di lokasi daerah BSD Tangsel. sekitar pukul 15.30 WIB, yang dihuni oleh temannya," kata Lili.

Setelah mengantongi informasi itu, penyidik KPK langsung melakukan pengintaian dan berhasil menangkap Hiendra keesokan harinya.

"Kamis 29 Oktober sekitar pukul 08.00 WIB, ketika teman HSO mau mengambil barang, penyidik KPK disaksikan oleh pengelola apartemen, oleh petugas sekuriti apartemen, oleh polisi langsung masuk menangkap HS yang berada di unit yang dimaksud," beber Lili.

Selain mengamankan Hiendra, KPK turut menyita mobil serta alat komunikasi yang digunakan pelaku saat pelarian. Untuk Hiendra, ia langsung ditahan penyidik usai pemeriksaan. Ia akan ditahan di Rutan Guntur. Namun, ia terlebih dulu menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK cabang Gedung ACLC.

Dalam dakwaan Nurhadi, Hiendra disebut merupakan pihak pemberi suap. Ia disebut memberikan suap terkait pengurusan dua kasus, yakni pengurusan perkara PT MIT serta gugatan terhadap dirinya. Dugaan suap yang diberikan Hiendra kepada Nurhadi melalui menantunya, Rezky Herbiyono, senilai Rp 45.726.955.000.

sumber: kumparan.com

Editor: Sella Simorangkir.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan