Minahasa, hetanews.com - Dosen F-MIPA Unsrat mengajarkan tekonologi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Mikoriza untuk para petani yang tergabung di kelompok tani cabai di Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, untuk meningkatkan produksi cabai pada lahan sub optimal.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari para dosen F-MIPA Unsrat ini, bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada para petani cabai, terutama untuk meningkatkan keterampilan dan teknik pemanfaatan mikoriza.

"Ini adalah pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk tri dharma perguruan tinggi. Kami ingin agar para petani bisa meningkatkan produksi pertanian mereka," ujar dosen penanggung jawab Susan Marlein Mambu, SP., Msi, PHd.

Dikatakan Susan, tidak bisa dipungkiri jika menigkatnya harga pupuk belakangan ini, membuat banyak orang beralih pada pupuk alami yang harganya relatif lebih murah dan lebih mudah untuk didapatkan. Untuk itu, mereka ingin agar para petani bisa meningkatkan pemahaman mereka tentang pupuk alami ini.

Selain itu, Teknologi pemanfaatan mikoriza, Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) menurut Susan sangat baik untuk meningkatkan kapasitas penyerapan unsur hara, meningkatkan ketahanan tumbuhan dari penyakit, cekaman kekeringan serta meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.

"Para petani yang nantinya bisa mengaplikasikan sistem Teknologi pemanfaatan mikoriza, Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) ini bisa menekan biaya penggunaan pupuk anorganik. Dan ingat aplikasi ini juga memperbaiki struktur tanah," kata Susan.

Bersama dengan Dr. Ir. Johanis J. Pelealu, M.Si, Susan memberikan pelatihan kepada masyarakat baik berupa penyuluhan maupun praktek kerja lapangan serta membuka ruangan diskusi untuk para petani.

"Program PKM ini diharapkan memberikan kontribusi nyata untuk petani, dimana tidak hanya produksi cabai yang meningkat, tetapi aplikasi ini bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah," kata Susan kembali.

sumber: kumparan.com