Pekanbaru, hetanews.com - Gubernur Syamsuar sempat mengeluarkan surat adanya pemeriksaan kesehatan dengan menunjukkan rapid test untuk keluar dan masuk Riau. Tapi, mendadak rencana itu dibatalkan. Apa alasannya?

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan salah satu pertimbangannya adalah Permenkes 413. Di salah satu pasal disebutkan bahwa yang dimaksud pemeriksaan terhadap keluar-masuknya orang hanya diberlakukan di wilayah perbatasan negara atau di pintu masuk negara. Dalam pasal tersebut, tidak diatur perbatasan antarwilayah di Indonesia.

"Pertimbangan ini menjadi salah satu tidak diberlakukannya menunjukkan surat rapid test untuk warga yang akan keluar dan masuk Riau. Sehingga dalam libur cuti bersama ini, tidak diberlakukan rencana tersebut," kata Kadinkes Riau Mimi Yuliani Nazir saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (29/10/2020).

Walau demikian, Mimi membantah surat imbauan Gubernur Riau tersebut dianggap terlalu gegabah. Rencana untuk rapid test tersebut hanya sebagai bentuk antipasti dalam rangka menekan penyebaran virus Corona.

"Ya nggak gegabahlah. Niatnya kan bagus, untuk mengantisipasi soal COVID-19. Walau warga yang akan keluar-masuk tanpa surat rapid test, di posko cek poin di perbatasan tetap dilaksanakan protokol kesehatan yang dilakukan tim di lapangan," kata Mimi.

Lantas, apakah warga yang keluar-masuk Riau tetap diperiksa?

Pemeriksaan kesehatan yang diberlakukan di posko perbatasan tersebut, sambung Mimi, tetap melaksanakan pengukuran suhu tubuh dan melihat gejala lainnya tanpa ada surat keterangan rapid test.

"Tim di lapangan tetap menjalankan protokol kesehatan setiap kendaraan yang akan keluar-masuk di masa cuti bersama ini. Jadi, pelaksanaan protokol kesehatan tetap dijalankan," kata Mimi.

Satgas COVID-19 di hari cuti bersama Maulid Nabi SAW di Riau tetap disiagakan di wilayah perbatasan. Posko check point tetap didirikan di perbatasan dengan Provinsi Sumut, Jambi, dan Sumbar. Namun, untuk rencana aturan dari Gubernur Riau (Gubri) yang mengharuskan warga yang akan keluar-masuk Riau membawa surat keterangan rapid test, menjelang hari H ditiadakan. Masyarakat tidak perlu membawa surat keterangan rapid test dengan hasil nonreaktif kepada petugas yang berjaga di perbatasan.

Sebelumnya, Syamsuar mewajibkan masyarakat yang keluar dan masuk Riau selama libur cuti bersama menunjukkan hasil rapid test. Jika tak bisa menunjukkan bukti, masyarakat diminta kembali ke daerah asalnya.

Kewajiban itu disampaikan lewat surat pengumuman bernomor 310/PENG/2020 tentang antisipasi COVID-19 pada libur dan cuti bersama tahun 2020 di Provinsi Riau.

"Jika pelaksanaan liburan dan cuti bersama dilakukan dengan perjalanan ke luar Riau, wajib menunjukkan bukti tes rapid dengan hasil nonreaktif yang berlaku paling lama 7 hari sejak tes rapid dikeluarkan. Apabila tidak dapat menunjukkan hasil tes rapid, maka wajib melakukan tes rapid di posko dengan biaya mandiri atau kembali ke daerah asal," kata Syamsuar.

Sumber: detik.com