AS, hetanews,com - Lebih dari 70 juta warga Amerika Serikat telah menggunakan hak suara sebelum Pemilu AS 3 November. Mereka berpartisipasi di sistem early voting atau pemilu yang digelar lebih dulu untuk mengurangi kerumunan di tengah pandemi virus corona.

  • Popular Votes (nasional) Pemilu AS

Jajak pendapat sementara pada Rabu (28/10) waktu AS, menunjukkan capres dari Partai Demokrat, Joe Biden, unggul secara nasional ketimbang petahana, Donald Trump.

Rata-rata persentase suara nasional yang dikumpulkan Lembaga Real Clear Politics per 28 Oktober pukul 19.00 WIB (27 Oktober) menunjukkan Biden unggul di angka 50,6 persen, sementara Trump 43,5 persen.

Real Clear Politics atau RCP adalah situs berita politik Amerika dan agregator data polling yang dibentuk pada tahun 2000 oleh John McIntyre dan Tom Bevan. Lembaga ini sering dijadikan rujukan oleh media arus utama seperti Bloomberg, NBC news, hingga New York Times.

Lembaga RCP menggabungkan berbagai survei untuk mengkalkulasikan rata-rata perolehan suara yang paling terbaru. Suara tertinggi masih diraih oleh Biden.

  • Survei Emerson: Biden 50%, Trump 45%

  • IBD/TIPP: Biden 50%, Trump 46%

  • Rasmussen Reports: Biden 49%, Trump 47%

  • JTN/RMG Research: Biden 51%, Trump 44%

  • CNBC: Biden 51%, Trump 40%

  • Economist/YouGov:Biden 52%, Trump 43%

  • Reuters/Ipsos: Biden 51%, Trump 42%

  • Quinnipiac: Biden 51%, Trump 41%

Namun pukul 23.00 WIB, lembaga Rasmussen melaporkan Trump unggul satu persen, yakni 48 persen. Adapun Biden 47 persen.

Beberapa waktu lalu, polling Rasmussen juga melaporkan Trump unggul tipis atas Biden, untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan. Per Senin, Trump disukai oleh 48 persen pemilih, dibandingkan 47 persen untuk Biden.

Rasmussen Reports adalah perusahaan media elektronik non-partisan yang mengkhususkan diri dalam pengumpulan, publikasi, dan distribusi informasi jajak pendapat publik. Dalam akun Twitter, Trump sempat menyinggung ia unggul dalam polling Rasmusen.

Trump terlihat mulai memperkecil ketertinggalannya di sejumlah negara bagian. Di Pennsylvania, perolehan suara untuk Trump naik dari 44,7 persen pada 25 Oktober menjadi 45,1 persen pada 26 Oktober. Adapun Biden turun 0,1 poin persentase selama periode yang sama, menurut lembaga riset FiveThirtyEight dari berbagai survei.

Sementara di Ohio, Trump mengokohkan keunggulannya atas Biden dengan peningkatan suara dari 47,9 persen pada 25 Oktober menjadi 48,0 persen pada 26 Oktober. Polling Fox News enam hari lalu juga menunjukkan Trump unggul di Ohio sebesar 48 persen. Sementara Biden di angka 45 persen.

  • Electoral Votes (Suara elektoral untuk di electoral college)

Suara elektoral menjadi kuncian memenangi Pemilu AS. Sebab, Pemilu AS tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan lewat perwakilan di setiap negara bagian untuk dimasukkan ke dalam electoral college.

Electoral college adalah lembaga konstitusional yang memilih presiden dan wakil presiden AS setiap 4 tahun sekali. Lembaga ini memiliki 538 anggota (electors) yang terdiri dari 435 anggota DPR (partai), 100 senat, dan 3 perwakilan dari ibu kota Washington D.C.

Calon electors inilah yang dipilih oleh warga AS saat pemungutan suara. Mereka bisa berasal dari anggota DPR perwakilan partai capres atau anggota senat yang dekat dengan capres.

Per 28 Oktober WIB pukul 19.00, untuk electoral votes, hasil rata-rata persentase RCP dari seluruh lembaga survei menunjukkan Biden unggul 232 suara, adapun Trump 125 suara. Capres membutuhkan setidaknya 270 suara elektoral untuk memenangkan pemilu.

Biden terlihat unggul di 14 negara bagian, mulai dari Connecticut, Michigan, New Jersey hingga Illinois. Adapun Trump unggul di 11 negara bagian, di antaranya Missouri, Indiana, Arkansas, hingga Alaska.

  • Electoral Votes di Swing State

Swing state adalah negara-negara bagian yang masih abu-abu alias belum bisa diprediksi siapa pemenangnya. Di negara-negara bagian ini, kedua capres saling berlomba merebut suara. Sejauh ini, Trump unggul di 4 negara bagian, sementara Biden 9 negara bagian.

Artinya, Biden masih unggul dalam polling popular votes, electoral votes, maupun di swing state. Biden juga masih unggul dalam survei CNN dalam kategori capres yang paling disukai.

Namun, angka ini masih sangat dinamis dan bisa berubah dengan cepat. Ditambah, Pemilu 3 November belum dimulai.

Berikut perolehan sementara suara elektoral dalam rangkuman RCP:

  • Wisconsin: Biden 51,2 persen, Trump 43,4 persen

  • Minnesota: Biden 48 persen, Trump 42 persen

  • North carolina: Biden 48,7 persen, Trump 48 persen

  • Florida: Trump 48,2 persen, Biden 47,8 persen

  • Georgia: Trump 47,2 persen, Biden 46,8 persen

  • Pennsylvania: Biden 49,6 persen, Trump 45,8 persen

  • Ohio: Trump 46,8 persen, Biden 46,2 persen

  • Iowa: Biden 47,7 persen, Trump 46,3 persen

  • Arizona: Biden 48,6 persen, Trump 46,2 persen

  • Nevada: Biden 48,3 persen, Trump 43,7 persen

  • Texas: Trump 48 persen, Biden 45,4 persen

  • Maine: Trump 45 persen, Biden 44,7 persen

  • Nebraska: Biden 48 persen, Trump 41 persen

sunber: kumparan.com