Humbahas, hetanews.com - Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor optimistis lumbung pangan atau food estate bisa menghasilkan Rp14 triliun per tahun jika dikerjakan dengan cara yang benar dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Lahan ini memiliki luas 30.000 hektare di Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Dosmar menceritakan, pengembangan food estate berawal semenjak dia menjabat bupati dan memiliki keseriusan untuk mendongkrak sektor pertanian. Ada beberapa komoditas pertanian yang dia instruksikan ke Dinas Pertanian untuk dibudidayakan, di antaranya komoditas bawang merah, bawang putih dan kentang.

"Kami berani budidaya tanaman bawang merah pada tahun 2017, budidaya bawang putih 2018 dan hasil atau produksanya ada. Kemudian pada 2019 Pak Jokowi datang ke Desa Parsingguran Humbahas dan melihat hasil pertanian, yakni bawang merah, bawang putih, kentang dan tanaman jeruk manis," ujar Dosmar Banjarnahor, Selasa (27/10/2020).

Dia mengatakan, Presiden Jokowi ketika itu kaget melihat hasil pertanian Humbahas. Presiden bahkan menanyakan kebenaran produk hasil pertanian daerah tersebut.

"Lalu saya berikan peta daerah ke Pak Jokowi dan paparkan lahan di daerah ini subur, air cukup atau dalam setahun mungkin 10 bulan musim basah. Budaya tani masyarakat juga tinggi. Bertani sudah menjadi kehidupan," katanya.

Namun semua sempat berhenti beproses di masa awal pandemi. Sampai akhirnya mendapat kabar dari Menteri BUMN untuk membantu mengatasi ketahanan pangan nasional, akan dibuat BUMN ketahanan pangan.

"Lalu, kabar itu saya sampaikan ke Menko Kemaritiman. Pak Menko bertanya apa masih ada lahan di Humbahas serta saya jawab ada dan lahan itu sudah pernah saya paparkan ke Pak Jokowi. Lalu, Menteri Pertanian datang ke Humbahas melihat budidaya tanaman bawang merah, bawang putih dan kentang. Menteri Pertanian paparan kembali ke Pak Jokowi tentang kunjungannya ke Humbahas," kata Dosmar Banjarnahor.

Kemudian, Menko Kemaritiman mengundangnya pada 25 Juni 2020 untuk pemaparan di Istana Bogor.Menko Kemaritiman bertanya, kalau lahan dikelola 30.000 hektare, berapa kira-kira hasil penjualan produksinya dan berapa untungnya untuk tiga komoditas, yakni bawang merah, bawang putih dan kentang.

"Saya jawab, kalau dikerjakan dengan cara yang benar sesuai dengan rekomendasi lembaga pertanian, bisa diperoleh sekitar Rp14 triliun per tahun serta menyerap banyak tenaga kerja. Kalau dibandingkan berapa impor per tahun pangan dari luar negeri, semisal Thailand dan Vietnam, tentunya masih untung kalau lahan food estate itu diurus dengan baik," ujar Bupati.

Dia melanjutkan, kalu berproseslah dan berkoordinasi dengan Menteri LKH untuk memperoleh data seberapa luas lahan yang tidak produktif di Humbahas agar diolah.

"Pak Jokowi sarankan agar dibuat skema pengolahan lahan, yakni semua diberikan kepada petani dan tidak boleh diberi ke pihak ketiga. Semua murni petani," kata Dosmar.

Selanjutnya dilakukan rapat dengan Kementerian teknis dan pada pidato kenegaraan 14 Agustus 2020, Presiden Jokowi menyampaikan akan membuat food estate di Sumut. Usai penyampaian, Menteri Pertanian datang kemlagi ke Humbahas dan Presiden datang berkunjung meninjau food estate di Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Humbahas Sumut pada Selasa (27/10/2020).

sumber: iNews.id