HETANEWS.COM

AS Klaim 7 Pimpinan Senior Al Qaeda Tewas dalam Serangan Udara

Ilustrasi Serangan Udara oleh Jet Tempur. Foto: Thinkstock

Washington DC, hetanews.com - Sebanyak tujuh pemimpin senior Al Qaeda diyakini telah terbunuh dalam sebuah serangan udara Amerika Serikat ( AS) di Suriah. Serangan tersebut dilakikan pekan lalu ketika para pemimpin kelompok tersebut menggelar pertemuan di dekat Idlib, Suriah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komando Pusat AS pada Senin (26/10/2020) sebagaimana dilansir dari Associated Press. Juru Bicara Komando Pusat AS, Mayor Beth Riordan, mengatakan serangan tersebut dilancarkan pada Kamis (22/10/2020) pekan lalu.

Dia mengatakan terbunuhnya ketujuh pimpinan Al Qaeda tersebut akan menghambat rencana serangan yang akan mereka lancarkan.

"Kematian para pemimpin Al Qaeda ini akan mengganggu kemampuan organisasi teroris tersebut untuk merencanakan dan melakukan serangan global lebih lanjut yang mengancam warga AS, mitra kami, dan warga sipil yang tidak bersalah," kata Riordan.

Dia menambahkan Al Qaeda mengambil keuntungan dari ketidakstabilan politik di barat laut Suriah untuk membangun tempat perlindungan yang aman guna mengoordinasi kegiatan terorisme.

“Bersama sekutu dan mitra kami, kami akan terus menargetkan Al Qaeda dan organisasi teroris lainnya,” sambung Riordan.

Kendati demikian, Riordan tidak memerinci identitas ketujuh pemimpin senior Al Qaeda yang diyakini telah tewas tersebut. Di tempat lain, Afghanistan mengklaim telah membunuh seorang pemimpin senior Al Qaeda yang masuk dalam daftar Teroris Paling Dicari oleh Biro Investigasi Federal (FBI).

Pemimpin Al Qaeda bernama Abu Muhsin Al-Masri tersebut dilaporkan tewas dalam sebuah operasi militer di bagian timur Afghanistan. Pengumuman itu dikeluarkan oleh Direktorat Keamanan Nasional (NDS) Afghanistan dalam sebuah unggahan di Twitter pada Sabtu (24/10/2020) malam.

Al-Masri telah didakwa di AS karena memberikan dukungan material dan sumber daya kepada organisasi teroris asing. Dia juga didakwa telah berkonspirasi untuk membunuh warga negara AS sebagaimana dilansir dari The Globe and Mail.

NDS mengatakan Al-Masri tewas dalam sebuah operasi khusus di provinsi Ghazni di Afghanistan timur. NDS menambahkan dia juga diyakini sebagai orang kedua Al-Qaeda. Al-Masri, yang juga menggunakan nama Husam Abd-al-Ra'uf, adalah warga negara Mesir, menurut FBI.

Sumber: kompas.com

Editor: andi.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan