HETANEWS.COM

Awal Tahun 2021 Sekolah Di Siantar Bakal Dibuka

Ilustrasi

Siantar, Hetanews.com – Disdik Kota Pematangsiantar berencana membuka sekolah pada awal tahun 2021. Direncanakan belajar mengajar tatap muka akan dilakukan secara bergilir atau Shift.  Skema shifting tersebut direncanakan awal semester.

“Kita kan harus optimis mudah-mudahan semester depan awal 2021 kita sudah sekolah lagi. Walaupun mulainya februari 2021, yang penting masuk dulu sekolah,” ungkap Kabid PAUD Dikdas, Lusamti Simamora ditemui di Kantor SPNF SKB, Jalan Siatas Barita, Kecamatan Siantar Timur pada Selasa (27/10/2020) siang,

Lusamti menjelaskan skema sekolah jika sudah dibuka. Menurutnya  ada persentase dalam menerapkan shifting  jadwal masuk pembelajaran.

“Kita akan buat masuk sekali seminggu, kita liat perkembangannya. Kalau kondisi corona semakin membaik, kita naikkan tensinya menjadi masuk dua kali seminggu,“ kata Lusamti.

Baca juga: Anak-Anak Daring, Emak-Emak Darting, Netha: Makin Banyak Pengeluaran

Tidak Efektif

Terhitung Maret hingga Oktober 2020 proses belajar tatap muka di sekolah diganti daring. Disdik Pematangsiantar mengakui  belajar daring tidak efektif jika merujuk kurikulum yang berlaku.

Sekolah SD dan SMP di Kota Pematangsiantar ditutup karena pandemi Covid 19 melanda. Terhitung delapan bulan para siswa tidak belajar di ruang kelas sekolah.

“Saya perhatikan tidak efektif  100 persen belajar secara daring ini. Karena penyampaian materi tidak penuh.Tidak bisa kita mengandalkan daring ini sesuai dengan kurikulum kita,” ujarnya

Selain situasi pandemi di Kota Pematangsiantar tidak berangsur pulih, surat edaran Mendikbud mengutamakan keselamatan daripada penuntasan kurikulum sekolah.

“Sesuai dengan surat edaran Mendikbud, agar kita di masa pandemi lebih memprioritaskan kesehatan daripada penuntasan materi kurikulum di sekolah,” imbuhnya.

Lusamti menyarankan agar materi yang diajarkan guru tidak memberatkan peserta didik. Dalam belajar daring, ia mendorong agar guru lebih kreatif.

“ Penyampaian materi itu ada baiknya melalui video-video pembelajaran, kalau bisa berbentuk animasi. Kita dorong guru-guru kita agar lebih kreatif membuat video pembelajaran yang lebih menarik dan lebih interaktif dengan siswa,” ungkapnya.

Baca juga: Dana BOS Bisa Untuk Beli Paket Siswa dan Guru Selama Belajar Daring

Strategi belajar daring

Masih kata Lusamti, dalam adaptasi belajar daring para guru sudah dilatih. Disdik bekerja sama dengan lembaga pendidikan Tanoto Fondation. Pelatihan terhadap guru diantara memproduksi materi belajar dalam bentuk video menarik.

Bagi siswa yang tidak mampu belajar daring, pihaknya memfasilitasi belajar luring [Luar Jaringan]. Orang tua siswa kata Lusamti menjemput materi belajar dari Sekolah

 “Anak tetap tidak boleh ke sekolah. Yang datang ke sekolah mengambil materi adalah orangtua, dibawa ke rumah untuk dikerjakan. Setelah itu orangtua mengantar kembali materi tadi ke sekolah. Mungkin dijadwal sekali atau dua kali seminggu, antar jemput materinya oleh orangtua,” imbuh Lusamti

Jika Luring tidak memungkinkan, opsi lain adalah Visit Home. Guru kata Lusamti mengunjungi rumah siswa yang dimana tidak dapat mengikuti pembelajaran daring. Itupun dilakukan seizing dari orang tua.

“Intinya, baik itu daring maupun luring, peran aktif orangtua sangat dibutuhkan di dalam mengawasi pembelajaran anaknya masing-masing.” tutupnya.

Baca juga: Siantar Zona Merah, Sekolah Dilarang Tatap Muka

Penulis: desmon. Editor: huget.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan