HETANEWS.COM

Terbukti Membunuh Suami Mantan Wartawati, Suheri Diancam 13 Tahun Penjara

Dua petugas menggiring terdakwa keluar dari ruang sidang. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Jaksa Christianto Situmorang SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar, menuntut pidana penjara selama 13 tahun, kepada terdakwa Suheri Sihombing (29), disidang Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, Selasa (27/10/2020).

Suheri dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 338 KUH Pidana tentang pembunuhan.

Terdakwa yang sempat diragukan mentalnya hingga tim jaksa, penyidik dan hakim, menghadirkan saksi ahli dalam persidangan sebelumnya. Namun faktanya, terdakwa ini bermental baik karena saat disuruh hakim memindahkan kursi, itu dilakukannya. Artinya, terdakwa sadar dan mengerti, kata jaksa usai persidangan siang itu.

Suheri terbukti  menghabisi nyawa korban Vecky Erwanto Damanik (suami Imelda br Purba, mantan wartawati Metro Siantar). Siang tadi, persidangan terlihat dipadati awak media dan pengunjung sidang.

Menurut  jaksa, terdakwa merasa marah dan menikam korban Erwanto Damanik, setelah korban mengatakan " awas pencarian mu hilang". Peristiwa itu terjadi, pada Sabtu, 28 September 2019, lalu, pada pukul 01.00 WIB dini hari, di jalan Cokroaminoto Siantar.

Di warung Sophie, korban bersama temannya, Andreas Valentino Samosir, sedang makan mie goreng dan minum teh. Lalu terdakwa datang memesan mie dan duduk berhadapan dengan korban.

Baca juga: Sidang Perdana Pembunuhan Suami Mantan Wartawati Dikawal Petugas, Terdakwa Suheri Kebanyakan Diam

Saksi M Yusuf, penjual mie di warung tersebut, mengatakan, jika pesanan mie terdakwa sudah siap. Terdakwa langsung berdiri yang sebelumnya hendak mengambil mie pesanannya, tapi seketika itu menusuk korban dengan pisau yang telah diselipkan di pinggangnya.

Korban berusaha melawan dengan melempar kursi, dan temannya Andreas juga membantu dengan menyiramkan air panas kepada terdakwa. Tapi Suheri semakin bringas dan mengejar Andreas yang lari ketakutan sambil berteriak-teriak minta tolong.

Tak hanya itu, terdakwa kembali mendatangi korban dan menikamnya hingga berulang kali. Beberapa warga datang dan terdakwa pergi meninggalkan lokasi kejadian. Tapi korban tak dapat ditolong dan meninggal dunia setibanya di RS Vita Insani.

Persidangan dipimpin, ketua majelis hakim, M Iqbal Fahri Purba SH, ditunda hingga Selasa mendatang. Untuk memberik kesempatan kepada penasehat hukum terdakwa Dame Jonggi Gultom, menyusun nota pembelaan (pledoi).

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan