Jakarta, hetanews.com - Perwira TNI Angkatan Laut (AL) dari Korps Marinir, Kolonel (Mar) Pangestu Widiatmoko menjadi korban begal saat sedang bersepeda alias gowes. Kolonel Pangestu dibegal di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Senin, 26 Oktober 2020.

Ada beberapa fakta pada kasus pembegalan perwira marinir tersebut. Berikut enam fakta menarik dalam peristiwa tersebut:

1. Kolonel Pangestu Hampir Tiap Hari Gowes Cilandak - Kwitang

Kolonel Pangestu merupakan seorang perwira marinir yang hobi gowes. Dia hampir setiap hari gowes dari kediamannya di Cilandak, Jakarta Selatan, hingga ke tempat dinasnya di Mako Korps Marinir di Kwitang, Jakarta Pusat.

"Beliau hampir setiap hari berangkat kerja gowes dari kediamannya di Cilandak ke Mako Kormar Kwitang," kata Kadispen Korps Marinir Letkol (Mar) Gugun Saeful Rachman.

2. Kolonel Pangestu Dibegal Dekat Kantor Kemenhan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kolonel Pangestu dibegal di Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya dekat kantor atau Gedung Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Pangestu dibegal saat jalanan masih lengang sekitar pukul 06.45 WIB.

3. Pelaku Bawa Kabur Tas Beirisi Ponsel

Pelaku begal menggasak tas milik Kolonel Pangestu. Di dalam tas tersebut terdapat handphone.

4. Kolonel Pangestu Sempat Melawan Sebelum Terjatuh

Kolonel Pangestu sempat mempertahankan tasnya saat dirampas. Dia berusaha melawan begal yang diduga lebih dari satu orang.

Namun, Pangestu kehilangan keseimbangan sepedanya. Dia terjatuh dan luka robek di bagian pelipis kiri serta memar bagian kepala belakang. Pelaku pun berhasil menggasak tas milik Pangestu.

5. Korps Marinir Minta Pelaku Bertanggung Jawab

Kadispen Korps Marinir Letkol (Mar) Gugun berharap jajaran kepolisian dapat segera menangkap pelaku pembegalan tersebut. Ditekankan Gugun, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya," ujar Gugun.

6. Polisi Janji Bakal Ungkap Kasus ini

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto berjanji, pihaknya bakal segera mengungkap kasus pembegalan ini. Heru memastikan hingga saat ini pihaknya masih bekerja mengungkap pelaku begal. "Kami sedang bekerja, Insya Allah dapat diungkap," kata Heru saat dikonfirmasi terpisah.

sumber: inews.id