HETANEWS.COM

Menemukan Kebahagiaan Hidup dalam 3 Hari

Ilustrasi remaja. Foto: DOK. PIXABAY

Hetanews.com - Kalian pasti tahu kalau hidup manusia adalah hal yang tak ternilai dan sangat berharga, tidak bisa ditukar dengan apa pun di dunia ini. Nah, sekarang coba bayangkan, jika hidup manusia bisa dihitung dengan uang, menurut kalian kira-kira berapa nilainya?

Jika hidup seseorang bisa dinilai dengan uang, faktor apa yang mempengaruhi perhitungan tersebut?

Sebagian orang mungkin akan menjawab kebahagiaan. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan kebahagiaan? Apakah bertemu dengan teman masa kecil yang dirindukan?

Atau kebahagiaan dapat ditemukan dalam hal yang sangat sederhana dan tidak ada gunanya sama sekali, yaitu ketika berkeliling kota untuk memotret mesin penjual otomatis bersama seorang wanita yang sama menyedihkannya seperti dirimu?

Pencarian kebahagiaan

Kusunoki, sang tokoh utama, adalah pria yang sejak kecil selalu percaya kalau jika hidup manusia bisa dihitung dengan uang, hidupnya akan memiliki harga yang lebih tinggi dari manusia lain.

Namun, di usia dua puluh tahun, dia mengunjungi sebuah toko yang bisa membeli sisa hidupnya, dan dihadapkan pada kenyataan bahwa nilai yang diberikan pada dirinya adalah harga minimal toko tersebut.

Apa yang dihadapi Kusunoki, si tokoh utama, dalam novel ini sangat terhubung dengan masalah di kehidupan sehari-hari kita yaitu mengenai isu kebahagiaan dan kesuksesan.

Bagaimana setelah mengetahui nilai yang diberikan pada dirinya, Kusunoki lantas mempertanyakan apa yang dimaksud dengan kesuksesan dan kebahagiaan.

Namun, dalam perjalanannya, Kusunoki mulai menyadari kalau faktor terbesar yang mempengaruhi nilai seseorang bukanlah kesuksesan, atau besarnya rasa bahagia dalam menjalani kehidupan, atau bagaimana orang tersebut membuat orang di sekitarnya bahagia, atau sebesar apa mimpi yang dapat diraihnya, atau besarnya kontribusi yang dia lakukan di masyarakat. Melainkan hal lain yang lebih sederhana lagi...

Hidup indah, meski...

CaptionBuku Three Days of Hapiness karya Miaki Sugaru yang diterbitkan Penerbit M&C!
Foto: DOK. PENERBIT M&C

Miaki Sugaru, sang penulis, membuat novel yang memiliki judul asli "Mikkakan no Koufuku" ini penuh dengan nilai kehidupan. Yang menarik adalah nilai-nilai tersebut beliau sampaikan lewat hal yang bertolak belakang dengan kehidupan, yaitu kematian.

Saat telah sampai di ujung cerita, mungkin kita bisa memahami apa yang dirasakan Kusunoki: hidup ini begitu indah, bahkan ketika kita berada di saat-saat yang paling menyakitkan sekalipun.

Beberapa karya sang penulis yang cukup terkenal selain novel ini adalah "Koisuru Kiseichuu" yang juga sudah dibuat manganya oleh penerbit Kadokawa, "Starting Over", "Kimi no Hanashi", dan "Itai no Itai no Tondeyuke".

Novel ini sendiri juga sudah dibuat manganya sejumlah 3 volume dengan judul "Jumyou wo Kaitotte Moratta", "Ichinen ni Tsuki Ichimanen de" yang diterbitkan oleh penerbit Shueisha tahun 2016 dan di Indonesia diterbitkan oleh penerbit M&C! tahun 2020.

Sang penulis sendiri pertama kali menulis cerita original novel ini di sebuah situs berbagi yang cukup terkenal di Jepang yaitu 2ch.net dengan nama pena Fafoo.

Situs 2ch.net sendiri adalah sebuah situs yang dibuat pada tahun 1999 oleh Hiroyuki Nishimura dan didaulat sebagai “situs komunitas online terpopuler di Jepang” dengan 10 juta user yang mengaksesnya setiap hari.

Beberapa karya yang cukup terkenal di juga dilahirkan dari sini, salah satunya adalah seri terkenal Jepang yaitu "Densha Otoko".

Sumber: kompas.com

Editor: andi.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan