HETANEWS.COM

Presiden Venezuela Klaim Ilmuwannya Ciptakan Obat "Pengusir Covid-19 100 Persen"

Gambar yang dirilis oleh Kantor Pers Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro (baju putih) bersama Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (paling kiri), dan petinggi militer lain menghadiri latihan perang di Fort Guaicaipuro di Negara Bagian Miranda pada Minggu (10/2/2019). AFP/HO/Venezuelan Presidency

Caracas, hetanews.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengeklaim, negaranya menciptakan obat ampuh yang bisa "mengusir Covid-19 100 persen".

"Saya ingin mengatakan bahwa Venezuela mengembangkan obat yang bisa menghancurkan virus corona 100 persen," kata Maduro pada Minggu (25/10/2020).

Dia menyatakan obat yang dikembangkan itu "efektivitasnya sangat tinggi", di mana Maduro menyebut tidak mempunyai efek samping.

Nicolas Maduro menuturkan obat itu dikembangkan oleh Institut Penelitian Sains Venezuela (IVIC), dilansir Russian Today Senin (26/10/2020). IVIC, kata Maduro, sudah bekerja selama enam bulan terakhir mencari senjata yang ampuh dalam mengatasi pandemi virus corona.

Obat itu disebut berasal dari molekul bernama TR-10, yang menjalani proses isolasi dan menunjukkan hasil positif saat diberikan ke Covid-19. Presiden Venezuela sejak 2013 itu menerangkan, saat ini obatnya tengah menjalani peer review dari pakar maupun ilmuwan kesehatan.

Dia pun mengeklaim anti-virus tersebut bakal segera dibawa ke Badan Kesehatan Dunia (WHO), agar ditinjau dan mendapatkan pengesahan. Presiden yang posisinya digoyang sejak tahun lalu itu berujar, Caracas siap untuk "menawarkan obat yang mereka buat kepada seluruh dunia".

Dia pun mengucapkan terima kasih dan selamat kepada IVIC atas "kontribusi terhadap kemanusiaan", dengan produksinya disebut akan digeber bersama "aliansi internasional".

Sementara IVIC menegaskan pengobatan dari molekul TR-10 tidaklah berbahaya. Karena tak akan menimbulkan efek samping pada tubuh. Menteri Sains dan Teknologi Gabriela Jimenez menjelaskan, IVIC melakukan studi dari sel virus corona yang diambil dari salah satu pasien.

Molekul itu adalah turunan asam ursolat, di mana Jimenez berkata obatnya 100 persen menghambat replikasi virus secara in vitro. Pada awal Oktober ini, Venezuela dilaporkan mendapatkan vaksin Covid-19 Sputnik V yang dikembangkan oleh "Negeri Beruang Merah", Rusia.

Sekitar 2.000 orang direncanakan bakal menjalani vaksinasi sebagai bagian dari uji coba fase III, di mana vaksin itu sudah didaftarkan pada Agustus.

Sumber: kompas.com

Editor: andi.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan