HETANEWS.COM

Anak-Anak Daring, Emak-Emak Darting, Netha: Makin Banyak Pengeluaran

Siantar, hetanews.com - Belajar melalui daring masih diperpanjang, karena semakin meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, juga di Kota Pematangsiantar. Sekolah dihentikan, tapi sejumlah tempat hiburan dan tempat nongkrong seperti cafe dibiarkan merajalela.

Selama daring, pengeluaran (cost) semakin bertambah besar, apalagi jika anak sekolah di swasta. Pihak sekolah mewajibkan memiliki ponsel yang ram besar, karena banyak aplikasi yang mau didownload, paket internet harus ada, dan uang sekolah bayar full.

"Belum lagi tambah darah tinggi (darting) awak yang ngajarin anak," kata salah seorang ibu yang memiliki 2 anak yang sekolah swasta, di Pematangsiantar.

Menurut Netha yang ditemui Hetanews, Senin (26/10/2020),  pengeluaran jelas semakin besar, karena harus mengisi paket internet dan banyak aplikasi yang didownload. Sedangkan Hp yang ada hanya memiliki ram 2, dan setidaknya kata guru harus ram 3, jelasnya.

Selain uang sekolah yang dibayar full, harus mengisi paket internet minimal 75 ribu/setiap bulan untuk 1 anak.

Hp tidak bisa berbagi (gantian), karena jam belajarnya sama dan harus diselesaikan pada jam yang sama, ungkapnya.

Seorang ibu lainnya, bernama Sutri, warga kota Pematangsiantar juga mengeluhkan "kapankah sekolah masuk ya Bu, pening karena kebanyak tugas, belum lagi jaringan lemot,"ungkapnya.

Ibu Netha mengharapkan agar pandemi virus corona ini cepat berlalu, sehingga anak - anak dapat belajar kembali sebagaimana layaknya. Dan kalau bisa diberi keringanan uang sekolah hingga 20 atau 30 persen. Mengingat sekolah swasta uang bulanan sangat mahal, keluhnya.

Pemerintah harus tegas dan masyarakat harus sadar diri, ubah perilaku untuk tidak berkerumun, rajin mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker. Agar pandemi cepat berlalu, “tegaslah, sekolah ditutup tapi tempat nongkrong seperti cafe dibiarkan tidak menjaga jarak bahkan tidak menggunakan masker, “katanya.

"Kami ibu - ibu yang repot, harus mengerjakan pekerjaan rumah, harus mengawasi anak belajar daring. Sedangkan yang lain enak - enak nongkrong di cafe. Bagaimana wabah cepat berlalu jika, peraturan hanya ditetapkan setengah - setengah. Masyarakat harus bisa merubah perilaku dengan mengikuti protokoler kesehatan,”tutupnya.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan