HETANEWS.COM

Pulang Minum Tuak, Warga Simalungun Terkapar Dikeroyok di Jalan Kartini

Foto korban saat akan mendapat pertolongan di RSUD Djasamen Saragih. (Foto/Ist)

Siantar, hetanews.com - Adi, warga Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simungun, terkapar karena dikeroyok belasan orang tak dikenal (OTK), Minggu (25/10/2020) dini hari. Ia beberapa kali terkena pukulan dan bahkan korban dihantam pelaku pakai batu.

Informasi yang diterima, pengeroyokan terjadi di Jalan Kartini Bawah, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat. Sebelum kejadian, korban bersama abang dan seorang temannya, baru saja meminum tuak, di sekitaran Jalan Kartini Bawah.

Usai merasa cukup minum, mereka pun berniat pulang. Namun, terlebih dahulu untuk mengantarkan seorang wanita yang berprofesi sebagai waitress (pelayan), di warung tuak tempat mereka minum.

Belum jauh berkendara, tiba - tiba mereka dihadang oleh belasan OTK yang mengendarai lebih dari lima sepeda motor. Korban dan temannya, terkejut serta menanyakan, mengapa mereka dihadang.

Mereka menilai, mereka tidak ada salah serta tidak ada ribut atau membuat orang tersinggung saat meminum tuak. Tetapi tanpa ba bi bu, beberapa orang tiba – tiba memukul korban. Bahkan, temannya juga ikut terkena pukulan.

Tak hanya itu, korban melihat pelaku mengambil batu dan kemudian memukulnya ke bagian kepala korban. Seluruh pelaku pun kabur, meninggalkan korban yang kepalanya mengeluarkan darah dan terkapar.

Warga sekitar yang mendengar adanya keributan, kemudian keluar dari rumahnya dan melihat ada dua orang korban. Korban Adi dilihat sudah terkapar bersimbah darah, sedangkan seorang temannya mengalami luka ringan.

Tak lama kemudian, datang personil dari Polsek Siantar Barat ke lokasi dan membawa korban untuk mendapatkan pertolongan ke RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar, tepatnya di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Kapolsek Siantar Barat, Iptu Esron Siahaan mengatakan, bahwa korban telah membuat laporan pengaduan ke pihaknya, pada Minggu siang. Saat ini kasus tersebut dalam penyelidikan karena korban disebut tidak mengenal para pelaku.

"Siap dia (korban) berobat, dia sudah buat laporan ke kita. Saat ini masih dalam penyelidikan. Gak kenal pula mereka siapa yang melakukan (pengeroyokan) itu. Tim kita juga turun ke lokasi, cek mana tahu ada CCTV dan lainnya" tuturnya saat ditemui di depan Kantor Wali Kota Siantar, Senin (26/10/2020).

Penulis: ndo. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan