HETANEWS.COM

Mengenang Paus Yohanes Paulus II: Kisah Hidup dan Kiprah 26 Tahun Menjadi Paus

Paus Yohanes Paulus II

Hetanews.com - Dalam sejarah Gereja Katolik, Paus Yohanes Paulus II merupakan Paus dengan masa jabatan terlama kedua. Dia menjabat selama 26 tahun. Tepat 42 tahun lalu, 16 Oktober 1978 sekitar pukul 19.15 waktu Roma, Italia, atau 17 Oktober 2020 pukul 00.15 WIB, Paus baru terpilih menampakkan diri untuk pertama kali.

Inilah Paus yang kemudian tercatat sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik dengan masa terlama kedua dalam sejarah. Sebelumnya, pada pukul 18.00 waktu setempat, asap putih yang berarti Paus baru telah terpilih mengudara dari Kapel Sistine, Vatikan.

Pengumuman dalam bahasa latin pun menyusul berkumandang dari balkon Basilika St Petrus. Pada hari dan waktu itu, Gereja Katolik memilih Karol Jozef Wojtyla sebagai Paus.

Wojtyla terpilih dalam konklaf forum khusus untuk memilih Paus di Vatikan yang berlangsung selama tiga hari. Pelantikan Wojtyla menjadi Paus Yohanes Paulus II dilakukan pada 22 Oktober 1978.

Dikutip dari arsip berjudul 1978: With John Paul II, a new era began for the church yang dimuat di Pittsburg Catholic pada 29 September 2008, konklaf tersebut dimulai pada 14 Oktober 1978, setelah Paus Yohanes Paulus I mendadak mangkat pada 28 September 1978.

Paus Paulus Yohanes I meninggal karena serangan jantung, saat baru menjabat Paus selama 33 hari. Dia terpilih menjadi Paus pada 26 Agustus 1978, menggantikan Paus Paulus VI yang wafat pada 6 Agustus 1978. Wojtyla semula bukanlah kandidat yang diperhitungkan menjadi Paus.

Semula, seperti dikutip dari pittsburghcatholic.org, ada dua kandidat dari Italia untuk posisi pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini. Kedua kandidat adalah Uskup Agung Genoa, Giuseppe Siri, yang beraliran konservatif, dan Uskup Agung Florence, Giovanni Benelli, yang moderat.

Namun, mereka memutuskan mundur dari pencalonan. Nama Wojtyla dimunculkan oleh Kardinal Franz Konig dari Wina, Austria, negara tetangga Polandia yang merupakan tempat asal Wojtyla.

Dukungan lalu juga datang dari Kardinal Stefan Wyszynski asal Warsawa dan John Krol dari Philadelphia. Para kardinal asal Amerika Serikat sudah sangat mengenal Wojtyla yang sempat berkunjung ke beberapa kota di AS dalam dua tahun sebelum konklaf.

Dukungan untuk Wojtyla datang pula dari negara-negara dunia ketiga. Terpilihnya Wojtyla mengakhiri dominasi 4,5 abad pemimpin Gereja Katolik dari Italia. Wojtyla yang saat itu berusia 58 tahun juga tercatat sebagai Paus non-Italia pertama dalam 455 tahun terakhir.

Arsip Pemberitaan Kompas edisi 18 Oktober 1978 tentang Terpilihnya Karol Wojtyla menjadi Paus.
 Foto: DOK KOMPAS

Sebagai penerus Yohanes Paulus I, Wojtyla kemudian memilih nama Yohanes Paulus II sebagai penghormatan untuk pendahulunya.

Dalam sejarah Gereja Katolik, keberadaan tiga Paus dalam rentang satu tahun juga merupakan peristiwa langka, baru pertama kali terjadi sejak 1605. Paus Yohanes Paulus II menjadi pemimpin tertinggi umat dan Gereja Katolik selama 26 tahun, hingga 2 April 2005, saat dia berpulang di kediamannya pada usia 84 tahun. 

Hanya Paus Pius IX yang tercatat menduduki Tahta Suci Vatikan lebih lama dibanding Paus Yohanes Paulus II. Paus Pius IX menjabat pada kurun 1846-1878 atau selama 32 tahun. Pemakaman Paus Yohanes Paulus II dihadiri tak kurang dari tiga juta orang yang menyesaki Basilika St Petrus. 

Lalu, seperti apa kisah hidup dan kiprah Paus Yohanes Paulus II yang juga pernah berkunjung ke Indonesia ini? 

Poster Paus Yohanes Paulus II di pusat Kota Warsawa, Polandia. Gambar diambil pada 30 Maret 2015, saat umat Katolik memperingati 10 tahun wafatnya Paus Yohanes Paulus II. Polandia adalah negara asal Paus Yohanes Paulus II.
Foto: AFP/JANEK SKARZYNSKI

SELAMAT DARI NAZI,PENEMBAKAN,PENIKAMAN,DAN RENCANA PEMBUNUHAN PAKAI BOM

Karol Wojtyla lahir di Wadowice, sebuah kota kecil di Polandia, pada 18 Mei 1920. Pada 1938, dia masuk Jurusan Filsafat dan Sastra di Universitas Jagiellonian Krakow. Kampusnya ditutup setahun kemudian ketika Nazi mulai masuk Polandia.

Pada 1944, Nazi menangkapi para pemuda di Krakow untuk meredam pemberontakan. Wojtyła sempat hampir tertangkap juga ketika rumah pamannya digerebek. Beruntung, persembunyiannya di ruang bawah tanah tak ketahuan.

Wojtyla lalu berlindung di kediaman Uskup Agung Krakow sampai selesainya pendudukan Nazi di Polandia. Dia juga mulai belajar di seminari rahasia yang dikelola Uskup Krakow karena ingin menjadi pastur.

Seminari ini diadakan diam-diam karena Nazi tak segan menghabisi pemuka agama yang berseberangan sikap dengannya. Wojtyla merampungkan seminarinya setelah Perang Dunia II usai dan ditahbiskan pada 1946.

Setelah itu, Wojtyla mengambil sekolah doktoral bidang teologi di Roma, Italia, dan rampung pada 1948. Kembali ke Polandia, Wojtyla melayani beberapa paroki di dan sekitar Krakow. Ia menjadi Uskup Ombi pada 1958 dan kemudian diangkat menjadi Uskup Agung Krakow pada 1964.

Sesudah itu, pada 1967, Wojtyla diangkat menjadi kardinal oleh Paus Paulus VI, hingga terpilih menjadi Paus pada 1978. enam tahun kemudian. Pada 1967, Wojtyla diangkat menjadi kardinal oleh Paus Paulus VI. Ia menjabat sebagai kardinal sampai akhirnya terpilih sebagai Paus dengan nama Yohanes Paulus II.

Tak lepas dari insiden

Setidaknya ada dua serangan langsung ke Paus Yohanes Paulus II yang mengancam keselamatan nyawanya. Lalu, ada satu lagi rencana pembunuhan Paus tetapi gagal.

Serangan pertama terjadi pada Mei 1981. Paus ditembak dari jarak dekat di St Peter's Square. Dua peluru ditembakkan dari jarak hanya beberapa meter mengenai Paus.

Satu peluru menghancurkan dua sendi jari manis tangan kiri Paus. Satu peluru lain menembus perut, nyaris membuatnya kehilangan pankreas, aorta perut, dan tulang belakang.

Seperti dikutip dari Time, operasi untuk menyelamatkan Paus memakan waktu hingga lebih dari lima jam. Paus harus kehilangan sebagian ususnya dan kondisi tubuhnya setelah itu tetap terdampak cedera dari serangan ini.

Dalam hitungan hari setelah serangan, Paus secara terbuka memaafkan penyerangnya. Adapun Pemerintah Italia baru pada 2000 mengampuni pelaku penembakan, atas permintaan Paus. 

Pelaku serangan disebut sebagai teroris asal Turki. Namun, merujuk Time, motif sesungguhnya serangan ini tak pernah benar-benar terungkap. 

Kali pertama, penyerang mengaku bertindak seorang diri. Kali lain, dia mengaku mendapat perintah dari dinas rahasia Soviet dan Bulgaria.

Pengakuan kedua tersebut belakangan dikuatkan oleh hasil investigasi yang digelar komisi parlemen Italia pada 2006. Seperti dikutip dari Newsweek, Tim investigasi menyatakan bahwa tanpa keraguan serangan itu diatur oleh mantan pemimpin Soviet.

Serangan kedua yang nyaris merengut nyawa Paus Yohanes Paulus II terjadi pada 1982. Kali ini di Basilika Santa Maria Fatima (the Basilica of Our Lady of Fatima) di Portugal . Saat mendaki tangga basilika, seorang lelaki menikamnya dengan bayonet sepanjang 16 inci.

Penyerang Paus diidentifikasi sebagai pastor konservatif asal Spanyol yang menentang reformasi liberalisasi Konsisi Vatikan II, terutama untuk modernisasi atas misa latin dari abad ke-16.

Serangan ketiga terhadap Paus Yohanes Paulus II baru berupa rencana, diklaim sebagai tindakan Al Qaeda. Diduga, para pelaku akan membunuh Paus di sela kunjungannya di Filipina pada 1995. Rencana ini gagal karena apartemen yang disewa para pelaku terbakar. 

Otoritas keamanan menemukan bahan rangkaian bom rakitan di apartemen tersebut. Satu dari tiga orang yang diidentifikasi sebagai pelaku belakangan diklaim sebagai salah satu serangan 11 September 2011 yang antara lain meruntuhkan menara WTC di Amerika Serikat. 

Sumber: jeo.kompas.com

Editor: andi.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan