HETANEWS.COM

LSM PAB "Laporkan" Disdik Sergai Terkait Dugaan Mark Up Pengadaan Buku di 42 SDN

Tri Juliadi, Ketua LSM - Peduli Anak Bangsa (LSM - PAB).

Sergai, hetanews.com - Dimasa pensiun dari jabatannya, sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai (Kadisdik Sergai), Sumatera Utara, Drs. Joni Walker Manik, disorot Lembaga Swadaya Peduli Anak Bangsa (LSM- PAB) Sumut.

Pasalnya, mulai terhendus adanya dugaan indikasi mark up tentang pengadaan buku khusus untuk koleksi perpustakaan, di 42 Sekolah Dasar Negeri (SDN), di Kabupaten Sergai.

Bantuan tersebut dikucurkan pemerintah pusat terhadap Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sergai yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2018 sebesar Rp 2,1 Milyar.

Pernyataan ini disampaikan Ketua LSM – PAB Sumut, Tri Juliadi, kepada hetanews.com, di Sei Bamban, baru – baru ini.

Menurut Tri Juliadi, dugaan dugaan korupsi atau tidak sesuai volume yang dibagikan kepada 42 SDN di Kabupaten Sergai, pada tahun anggaran 2018. Sehingga dugaan merugikan Negara/Daerah sebesar Rp 500 juta.

Dimana pada tanggal 4 Juli tahun 2018, Dinas Pendidikan Sergai, telah melakukan lelang pengadaan buku koleksi perpustakaan dengan dokumen pengadaan secara elektronik, Nomor:18.5/1752/DP/ULP-VII/2018 dengan sumber dana DAK Sergai sebesar Rp 2,1Milyar.

Lelang pengadaan tersebut dimenangkan oleh CV. MR yang beralamat di Kota Medan dengan penawaran sebesar Rp 2,092.893.600 yang diduga Unit Layanan Pengadaan (ULP) terjadi indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme, dengan memenangkan salah satu perusahaan yaitu CV. MR yang berkantor di Kota Medan.

Panitia Unit Layanan Pelelangan Kabupaten Sergai juga diduga tidak melakukan survei.

Dalam hal ini, ULP Kabupaten Sergai diduga lalai dan dapat merugikan keuangan negara/daerah. Hal ini dikarenakan CV. MR tersebut, diduga tidak memiliki percetakan buku, hanya perusahaan pendukung buku yang diduga harga pengadaan buku tersebut tidak hemat atau murah yang diduga ada indikasi pembekakan/ pengelembungan atau mark-up, ungkap Tri Juliadi.

Ia menambahkan, Kepala Bidang dan para anggota Unit Pelayanan Pelelangan Kabupaten Sergai dalam memenangkan CV. MR dalam pengadaan buku tersebut diduga tidak melakukan analisa perbandingan dari penawaran harga buku yang ditawarkan oleh CV. MR.

Untuk itu, kami dari LSM - PAB Sumut, meminta aparat hukum di Serdang Bedagai agar melakukan pemeriksaan, maupun pemanggilan terhadap CV MR, ULP dan Dinas Pendidikan Sergai, pungkas Tri Juliadi.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai, Drs. Joni Walker Manik saat dikonfirmasi hetanews.com, via telephone, Selasa (20/10/2020) mengatakan, pengadaan buku tersebut sudah diaudit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Dan didalam pengadaan buku ini tidak ada fiktif, katanya.

"Saya rasa begini, dia melihat dari sudut mana. Kitakan sudah diaudit oleh BPK. Kalau ada indikasi mark up, pasti ditemukan mereka. Kemudian disini tidak ada fiktif, dan itu sudah sesuai dengan mekanisme,"jelasnya.

Penulis: sarianto. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan