HETANEWS.COM

Ini Penyebab Pedagang Memilih Berjualan Kaki Lima

Sejumlah pedagang kaki lima di Jalan Patuan Nagari, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Kamis (23/7/2020).

Siantar, Hetanews.com - Ratusan pedagang di Pasar Dwikora memilih berjualan di kaki lima hingga ke bahu jalan di seputaran Jalan Patuan Nagari, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar. Pedagang dari Pasar Dwikora tersebut berpindah agar lebih mudah berinteraksi dengan pembeli.

Seorang pedagang sayur mayur, Florida Sinaga mengaku sudah terbiasa berjualan di bahu jalan tersebut. Meskipun jalan kerap dilalui pengendara apalagi mengancap keselematan pedagang.

"Gak apa apa. Gak sampai kesini mobil atau sepeda motor. Aku sudah lima tahun jualan disini gak pernah ada kek gitu (Peristiwa kecelakaan)," ucap Florida, ditemui di Jalan Patuan Nagari beberapa waktu lalu.

SatPol PP Pematangsiantar kerap turun ke lokasi mengimbau pedagang agar menggeser jualan mereka supaya tidak memakan jalan. Meski diimbau, para pedagang sering tidak mengindahkan.

Menurut pedagang, berjualan di bahu jalan lebih laku dibanding berjualan di dalan Pasar Dwikora. Bahkan pengakuan pedagang sudah belasan tahun berjualan di pinggir jalan.

"Aku sudah berjualan 15 tahun disini. Dulu di dalam (Pasar Dwikora) tapi gak laku. Kami tahu ini memang menyalahi aturan, tapi demi sejengkal perut, mau gimana lagi," ujar  pedagang buah, J Simanjuntak, Jumat (23/10/2020).

Pria yang bermukim di Jalan Musyawarah Kota Pematangsiantar ini mengatakan, berjualan di bahu jalan lebih laku karena ramai pembeli.

"Zaman aku sekolah dulu, jalan ini sudah di pakai jualan. Jualan dari pagi sampai sore, ada ratusan pedagang di sepanjang jalan ini berjualan. Kenapa, disini kan ramai pembeli," ucapnya.

Pedagang keluar

Direktur Operasional Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) Kota Pematangsiantar, Imran Simanjuntak mengatakan, jumlah pedagang kaki lima selain di seputaran Pasar Dwikora kurang lebih 1500 pedagang.

"Pedagang Kaki Lima atau PKL di seputaran Pasar Dwikora itu tidak masuk dalam retribusi perusahaan daerah. Permasalahan yang muncul ke kami adalah sampah yang ditimbulkan mereka," kata Imran dihubungi via telepon, Kamis (23/7/2020).

Menjamurnya pedagang kaki lima di pelataran jalan, menurut Imran, sebagian diantaranya pedagang yang memiliki kios di Pasar Dwikora yang memilih berjualan ke luar.  Ia mengakui seiring berjalannya waktu para pembeli  enggan masuk ke pasar, dan memilih berbelanja di luar.

"Karena dagangan tidak laku di dalam pasar, mereka pun menjajakan dagangannya ke luar, sementara kios mereka di dalam ada yang dijadikan gudang saja," ujar Imran.

Ia berharap, Pemko Pematangsiantar serius menyikapi persoalan ini. Salah satunya dengan cara merelokasi pedagang tersebut ke  pasar penyanggah yang ada di tiap kecamatan. Sehingga mengurangi jumlah pedagang di pasar tradisional tersebut.

Editor: huget.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan