HETANEWS.COM

Doni Monardo Sampaikan Kabar Terbaru Corona dan Antisipasi Ancaman Long Weekend

Doni Monardo mengecek kesiapan pembukaan dua tower di RSD Wisma Atlet Kemayoran untuk isolasi pasien corona. Foto: BNPB

Jakarta, hetanews.com - Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo, kembali menyampaikan kabar terbaru perkembangan virus corona di Indonesia. Mulai dari penanganan corona yang diklaim membaik hingga antisipasi menjelang libur panjang 28-30 Oktober 2020.

  • Tes Corona RI Sudah 82,5% dari Standar WHO

Doni mengeklaim tes corona di Indonesia sudah ada peningkatan dari waktu ke waktu. Saat ini, Indonesia sudah memiliki 377 laboratorium pemeriksaan.

"Alhamdulillah rata-rata pemeriksaan spesimen kita di angka di atas 40 ribu spesimen per hari, pernah 50 ribu. WHO mengatakan negara idealnya mengetes 1 per 1.000 orang dikali jumlah penduduk per minggu ujar Doni Monardo dalam diskusi virtual dari BNPB, Kamis (22/10).

"Kalau Indonesia jumlah penduduknya 267 juta orang. Berarti tiap minggu Indonesia harus bisa memeriksa 267 ribu orang." imbuh Kepala BNPB itu.

Doni mengakui, saat ini, Indonesia memang belum memenuhi standar. Sebab, yang dihitung bukan pemeriksaan spesimen, tetapi tes per orang. Saat ini, Indonesia sudah memeriksa 4.211.138 spesimen. Pemeriksaan itu berasal dari 2.647.094 orang.

"Sekarang pada posisi 82,51 persen. Sebuah angka yang harus kita akui cukup membanggakan. Banyak pihak yang pesimis kita tidak mampu kurang serius melakukan testing, ternyata sekarang sudah bagus sekali," tuturnya.

  • Sebulan Terakhir, Kasus Aktif Corona di RI Turun 6,79%

Doni mengungkapkan, terjadi penurunan kasus aktif dalam kurun 20 September hingga 21 Oktober 2020. Penurunan ini usai DKI Jakarta memberlakukan PSBB ketat untuk kedua kalinya.

"Alhamdulillah setelah itu tanggal 20 September, kasus aktif pada persentase 23,6 persen. 21 Oktober jadi 16,81 persen, terjadi penurunan 6,79 persen. Ini prestasi luar biasa, di mana sekarang banyak negara kasus aktifnya alami peningkatan," ujar Doni.

Tak hanya kasus aktif, Doni menyambut baik tingkat kesembuhan pasien corona. Menurutnya, kesembuhan di Indonesia kini sudah di atas rata-rata dunia.

"Angka kesembuhan dari 20 September 72,5 (persen) dan kita berada di standar WHO sekitar 74-75 (persen). Tanggal 21 (Oktober) berada di posisi 79,73 persen. Berarti ada penambahan kasus sembuh mencapai lebih dari 7,20 persen," jelas Doni.

Di sisi lain, tingkat kematian pasien COVID-19 di Indonesia masih cukup tinggi dan di bawah standar WHO, yakni 3,45 persen.

  • Minta Pemda Antisipasi Long Weekend-Bencana: Cek Alat Kesiapsiagaan

Doni meminta masyarakat lebih bijak dalam menentukan waktu berlibur bersama keluarga saat long weekend mendatang. Ia meminta masyarakat mempertimbangkan adanya potensi penularan corona.

"Liburan panjang kali ini diharapkan kita memilih dengan kondisi masing-masing. Liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan. Mudah-mudahan pimpinan daerah bisa berikan penjelasan ke masyarakat," terang Doni.

Selain karena pandemi, liburan juga tidak dianjurkan karena Indonesia dilanda cuaca ekstrem akibat La Nina. Doni mengingatkan pesan Presiden Jokowi yang meminta masyarakat memperhatikan prediksi cuaca sebelum beraktivitas.

"Hindari pohon-pohon yang gampang tumbang. Listrik juga ketika angin kencang diantisipasi jangan sampai ada yang terbuka, lantas nyetrum masyarakat dan sebabkan kematian. Tingkat waspada kita harus tinggi," tutur Doni.

  • Doni: Jokowi Perintahkan Terawan agar Pasien Corona Jangan Lagi Dirawat di Rumah

Doni menegaskan, Jokowi telah memerintahkan Menkes Terawan Agus Putranto agar tak ada lagi pasien corona yang isolasi di rumah.

Seluruh pasien corona harus menjalani isolasi di fasilitas kesehatan yang, termasuk hotel-hotel yang disediakan pemerintah. Hal tersebut demi mencegah penularan corona di lingkungan keluarga.

"Bapak Presiden perintahkan Menkes (Terawan) dan kami semua agar masyarakat yang positif COVID-19 jangan lagi dilayani di rumah, terutama rumah yang kurang memenuhi standar kesehatan. Lebih baik dirawat di tempat yang disiapkan pemerintah" ujar Doni.

Doni juga meminta setiap RS menangani pasien corona dengan baik, sekali pun memiliki gejala ringan. Jangan sampai pasien gejala ringan meningkat statusnya menjadi bergejala berat.

"Kita punya pengalaman [penanganan] pasien gejala ringan kesembuhan sampai 100 persen, 0 kematian. Pasien gejala sedang kematian 2,6 persen, gejala berat 6-7 persen, pasien kritis sampai 67 persen," tutup Doni.

sumber: kumpatan.com

Editor: Sella Simorangkir.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan