HETANEWS.COM

Polisi Buru Aktor Intelektual Penggerak Demo Rusuh Pelajar STM

Demo melibatkan pelajar di wilayah Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

Jakarta, hetanews.com - Polda Metro Jaya memburu aktor intelektual yang menggerakkan pelajar untuk menyusup dan membuat kericuhan saat demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja beberapa waktu lalu. Kasus ini terus diselidiki polisi.

"Bagian ke atasnya nanti akan kita kejar. Kita masih melakukan penyelidikan, kita akan kejar sampai ke mana pun," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Rabu (21/10/2020).

Saat ini, Polda Metro Jaya telah mengamankan dan menetapkan tersangka terhadap tiga pemuda berstatus pelajar. Mereka berperan sebagai admin grup Facebook dan Instagram yang memuat hasutan dan provokasi terhadap sejumlah siswa setingkat sekolah menengah atas (SMA).

"Kalau dilihat bagaimana isi dari grupnya itu, bawa apa, ketemu polisi nanti seperti apa, bikin rusuh, bakar ini dan itu, ada di grup itu. Macam-macam disampaikan dalam grup itu, memang sudah penghasutan, termasuk tanggal 8,13 dan 20 Oktober kemarin sudah disebarkan semuanya. Itu bentuk penghasutan," kata Yusri.

Menurutnya, polisi akan memeriksa secara intensif ketiga tersangka tersebut untuk mencari pelaku utama yang mengendalikan para admin akun media sosial provokatif tersebut.

"Nah kami akan cari atasnya. Ini adminnya dulu. Kita selidiki lagi nanti sampai atasnya," ucapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap tiga pemuda berstatus pelajar berinisial MLAI (16), WH (16) dan SN (17). Tersangka MLAI dan WH diamankan polisi karena berperan sebagai admin grup Facebook STM Se-Jabodetabek yang memuat hasutan kepada para pelajar untuk membuat kerusuhan saat berlangsungnya unjuk rasa. Grup ini diketahui mempunyai sekitar 20.000 anggota.

Sementara tersangka berinisial SN sebagai admin akun Instagram @panjang.umur.perlawanan juga memuat konten hasutan dan provokasi untuk membuat kerusuhan. Ketiganya juga diketahui mengajak para pelajar untuk terlibat dalam demo yang berakhir ricuh pada Kamis (8/10/2020) dan Selasa (13/10/2020). Akun media sosial mereka juga kembali mengajak membuat kerusuhan kepada para pengikutnya pada Selasa (20/10/2020).

sumber: inews.id

Editor: Sella Simorangkir.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan