Siantar, hetanews.com - Jembatan Sigagak, di Jalan Medan yang merupakan perbatasan Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun, mengalami banjir dan air sampai ke permukaan jembatan, Rabu (21/10/2020) sore tadi, sekitar pukul 15.45 WIB.

Hal ini menyebabkan kendaraan yang melintas menjadi lambat dan terjadi kepadatan hingga kemacetan. Berdasarkan informasi dari seorang pengendara, kemacetan ini menyebabkan antrian panjang kendaraan yang ingin melintas, di jembatan tersebut dan bahkan mencapai 2 kilometer.

Baik itu yang datang dari arah Kota Siantar, maupun yang datang dari arah Kabupaten Simalungun. Kendaraan terpaksa melambat, terutama sepeda motor karena ketinggian air di atas jembatan, mencapai lutut orang dewasa.

Hujan yang deras menyebabkan jembatan itu banjir. Sama seperti sebelumnya, bila daerah sekitaran tersebut hujan deras, maka air akan meluap ke atas jembatan, diakibatkan drainase yang tidak berfungsi dengan baik.

Kasat Lantas Polres Siantar, AKP M Hasan, beserta personil turun ke lokasi, beberapa waktu saat terjadi kemacetan.

Dalam video yang diterima hetanews, Hasan menjelaskan apa penyebab dari kemacetan dan hingga pukul 17.00 WIB, suasana lalu lintas berangsur mulai normal.

Di video itu, ia sedang berada di lokasi dan terlihat lalu lintas kendaraan yang sudah mulai normal. "Selamat sore, terjadinya antrian panjang kendaraan disebabkan hujan lebat yang terjadi di Kota Siantar, mengakibatkan banjir, sehingga menyebabkan perlambatan arus bermotor," tuturnya.

Ia bersama personil, akan terus berada di lapangan sampai arus lalu lintas normal kembali seperti biasanya. "Mudah - mudahan untuk beberapa saat kedepan sampai air sudah surut akan lancar kembali," ucapnya mengakhiri.