HETANEWS.COM

Operasi Nila Jaya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sita Sabu hingga Ekstasi

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr Ahrie Sonta

Bogor, hetanews.com - Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan Operasi Nila Jaya Tahun 2020. Dalam operasi ini, polisi mengamankan seorang tersangka dengan barang bukti narkoba jenis sabu dan ekstasi.

Dalam Operasi Nila Jaya Tahun 2020 ini, Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok awalnya mendapatkan informasi bahwa di sekitar Terminal Tanjung Priok sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu dan ekstasi. Polisi pun bergerak melakukan penelusuran.

Selanjutnya Sat Narkoba melakukan penyelidikan di terminal dan berkembang hingga ke sekitar Jalan Raya Jakarta-Bogor, tepatnya di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di lokasi ini dilakukan penangkapan terhadap AE pada 19 Oktober 2020 pukul 23.00 WIB.

"Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan badan, pakaian serta kontrakan milik tersangka AE, ditemukan barang bukti sabu dan ekstasi," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr Ahrie Sonta kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Barang bukti yang ditemukan saat penangkapan dan penggeledahan badan, pakaian, serta tempat tertutup lainnya adalah sebagai berikut:

- Sabu dengan berat total 43,7gram bruto

- Ekstasi dengan total 1.150 butir

- Serbuk ekstasi 18 gram bruto

- 1 (satu) alat timbang

- 1 (satu) unit HP merek OPPO A12 warna biru.

Barang bukti penyitaan oleh Polres Tanjung Priok (Dok Istimewa)
barang bukti penyitaan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Kepada polisi, AE mengaku barang bukti tersebut milik FS alias Bonyok yang berada di Lapas Gunung Sindur dengan cara diberikan melalui penghubung berinisial BANG. Keduanya saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO).

AKBP Ahrie mengatakan pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini. Tersangka AE sendiri saat ini telah ditahan di Rutan Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna proses penyidikan lebih lanjut.

Tersangka AE dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 5 (lima) sampai 20 (dua puluh) tahun penjara.

AKBP Ahrie menambahkan, Operasi Nila Jaya digelar mulai 19 Oktober hingga 2 November mendatang. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Operasi ini bertujuan untuk memberantas segala bentuk penyalahgunaan narkoba mulai dari produsen, pengedar hingga pemakai dalam rangka meningkatkan stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya khususnya Polres Pelabuhan Tanjung Priok," kata AKBP Ahrie.

"Meski dalam situasi Pandemi COVID-19, kami tidak lengah dan tetap fokus dalam upaya memerangi narkoba yang bisa merusak masa depan generasi penerus bangsa," sambungnya.

Sumber: detik.com 

Editor: Suci Damanik.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan