HETANEWS.COM

Tabrak Pengendara Sepeda Motor, Supir Truk Muatan Sawit Diancam 18 Bulan Penjara

Terdakwa disidang melalui vidcon. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Jaksa Barry Sugiarto Sihombing SH, menuntut pidana penjara selama 18 bulan, kepada terdakwa Mindra Hardi (25), disidang online PN Simalungun, Selasa (20/10/2020).

Terdakwa dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 310 ayat (4) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa telah terbukti lalai mengendarai mobil, pada Jumat, 10 Juli 2020 lalu, sekitar pukul 16.30 WIB, di jalan umum Km 21-22, jurusan arah Pematangsiantar - Perdagangan, Nagori Marihat Bukit, Kecamatan Gunung Malela yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Mobil truck colt diesel BK 86677-TM, bermuatan sawit yang dikendarai terdakwa, bersama saksi Adek Sinaga, Erpin Sihotang dan Pak Coki Sihotang, berangkat dari Simpang Bah Jambi, menuju gudang, di Simpang Dosin.  Saat melintas di lokasi tempat kejadian, berjarak sekitar 30 meter, sebelum simpang pabrik Sipef, terdakwa melihat dari arah parbrik, datang satu unit betor, bermuatan rumput, menuju persimpangan.

Sehingga terdakwa mengurangi kecepatan dan berpikir jika betor tersebut akan berhenti terlebih dahulu, namun betor tersebut langsung masuk ke badan jalan dan berbelok ke kiri, menuju arah Perdagangan.

Sedangkan posisi terdakwa, sudah berjarak sekitar 5 meter dari betor tersebut, sehinggga terdakwa spontan banting setir ke badan jalan sebelah kanan. 

Pada saat itu, baru terdakwa melihat sepeda motor korban, Jesver Sciffo, datang dari arah berlawanan dan jarak kendaraan yang dikemudiakan oleh terdakwa hanya berkisar 10 meter.

Karena sepeda motor tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan dikarenakan kelalaian terdakwa, dimana pada saat akan menghindar ke kanan, terdakwa tidak terlebih dahulu memperhatikan kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas.

Terdakwa pun meminggirkan mobil ke beram jalan sebelah kiri dan turun dari mobil.

Terdakwa melihat korban tergeletak dan tidak bergerak.  Terdakwa merasa takut, mendekati korban.

Dan dari keterangan warga, jika kaki korban patah dan korban tidak bergerak lagi.

Ditambah lagi dengan kerumunan warga yang semakin ramai, sehingga terdakwa mengamankan diri dengan mendatangi gudang tokeh terdakwa dan menyerahkan diri ke Polsek Bangun.

Akibat perbuatan terdakwa, korban Jesver Sciffo Matanari, meninggal dunia, sesuai hasil Visum Et Repertum Nomor;7744/IV/UPM/VII/2020 tertanggal 20 Juli 2020 yang dikeluarkan RSUD Dr Djasamen Saragih - Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal dan ditandatangani oleh dr. Reinhard Joh Devison, Sp.FM,SH, MM.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa mohon kepada hakim, pimpinan Roziyanti SH agar hukumannya diringankan. Untuk putusan, sidang ditunda hingga Selasa mendatang.

Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan