Jambi, hetanews.com - Wali Kota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri (AJB), ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan mengajak warga memilih salah satu kandidat di Pilgub Jambi. Berkas kasus tersebut sudah diserahkan ke Kejari Sungai Penuh dan sidang perdana rencananya digelar hari ini.

"Berkas sudah diserahkan. Rencana sidangnya hari ini dengan agenda pembacaan dakwaan yang dilakukan secara virtual," kata Kasi Penkum Kejati Jambi Lexy Fatharany dalam keterangan rilisnya yang dilihat detikcom, Selasa (20/10/2020).

AJB ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan serangkaian proses penyidikan. Terkait kasus ini, AJB diduga melanggar UU Pilkada karena diduga tidak netral.

"Sekarang ini masih menunggu jadwal sidang dari Pengadilan," ujar Lexy.

Sebelumnya, Bawaslu sudah memeriksa AJB terkait beredarnya video dia mengajak warga memilih salah satu paslon di Pilgub Jambi.

"Masih tetap kita proses. Sekarang ini kasus itu masih ditindaklanjuti oleh Bawaslu Sungai Penuh. Nantinya yang bersangkutan AJB akan kita panggil untuk kita periksa sambil meminta klarifikasinya atas bentuk ajakannya memilih salah satu paslon di Pilgub Jambi. Yang jelas, ia (AJB) nanti akan tetap diperiksa," kata anggota Bawaslu Jambi Fachrul Rozi kepada detikcom, Sabtu (19/9).

Selain Walkot Sungai Penuh, beberapa pegawai berpakaian ASN yang ikut mendampingi AJB di video itu juga diperiksa Bawaslu. Mereka diperiksa untuk mencari bukti apakah sejauh ini mereka juga melakukan hal serupa, yakni berpihak pada salah satu paslon.

Tak hanya itu, Bawaslu juga akan memeriksa kepala desa hingga ketua RT di wilayah sekitar lokasi. Pemeriksaan itu terkait ajakan AJB yang berpihak ke salah satu paslon Pilgub Jambi kepada warga dilakukan pada saat melaksanakan pembagian bantuan sosial, yakni PKH.

"Selain walkotnya, pegawai yang berpakaian ASN itu yang ada di lokasi kita periksa juga mereka. Kita tanya dan kita mintai klarifikasinya. Begitu pula kepala desa atau sampai ketua-ketua RT-nya kita periksa semua, karena ajakan itu dilakukan pada saat pembagian PKH. Ini yang mesti kita telusuri lagi, bantuan-bantuan seperti itu kadang bisa jadi kampanye terselubung," ujar Rozi.

AJB sudah menyampaikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Ia meminta maaf atas tindakannya.

"Saya Wali Kota Sungai Penuh sebagai pejabat pembina kepegawaian, mohon maaf atas ketidaksengajaan dan ketelanjuran ini," ujar AJB dalam keterangan tertulisnya.

Ia menegaskan tidak sengaja mengajak warga mendukung salah satu paslon di Pilgub Jambi. Hal itu terjadi karena masyarakat setempat sangat fanatik terhadap salah satu calon wakil gubernur.

"Pernyataan pemihakan kepada salah satu bakal calon tersebut betul-betul terlontar karena ketidaksengajaan. Pada waktu itu saya sedang menjalankan tugas di kawasan masyarakat yang sangat fanatik dengan salah satu bakal calon wakil gubernur tersebut," imbuh AJB.

sumber: detik.com