Jakarta, hetanews.com - Chef Renatta Moeloek pernah mengalami kecelakaan saat sedang memasak. Akibat ledakan gas, ia mendapat luka bakar yang cukup parah.

Perempuan yang dikenal sebagai celebrity chef Indonesia tersebut mengenang momen itu dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Arnold Poernomo.

Tak sedikit yang menyangka Chef Renatta Moeloek tengah melakukan pekerjaannya sebagai koki saat kecelakaan itu terjadi. Nyatanya, saat itu ia sama sekali belum terjun ke dunia kuliner.

Chef Renatta Moeloek, yang ketika itu berusia 18 tahun, ternyata sedang memasak mi instan di apartemennya. Bagian tubuh sebelah kanannya pun tak terhindar dari ledakan gas.

"(Luka di) tangan, kaki, sama di perut. Pokoknya, yang ketutupan celana, aman. Tapi, dari sini (lengan kanan atas) sama sebadan ini kena. Untungnya, kanan doang. Soalnya, pas dia lagi meledak itu refleksnya gue begini (ke kiri). Jadi, kenanya persis banget sini," tuturnya.

Bagi Chef Renatta Moeloek, kecelakaan tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Kala itu pun ia harus menunda masuk ke culinary school di Paris.

  • Chef Renatta Moeloek Sempat Stres saat Masa Penyembuhan Luka Bakar

Chef Renatta Moeloek mengaku tak lantas trauma untuk berdekatan dengan kompor maupun api. Nyatanya, kini ia berhasil menjadi salah satu koki andal Tanah Air.

"Actually, enggak (trauma). Tapi, it's very very memorable. Trauma ngelihat api sama kompor, enggak. Tapi, kalau udah ada kayak gas bocor, bau gas gitu, gue pasti kayak mundur-mundur dikit, 'Bentar, bentar.' Justru jadinya lebih careful sekarang sama gas," ucapnya.

Hanya saja, masa penyembuhan luka bakar itu menjadi salah satu momen terendah dalam hidup Chef Renatta Moeloek. Terlebih, ketika ia dirawat di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama.

"Yes, bisa dibilang (titik terendah). Actually, yang menurut gue stres itu pas di rumah sakit, jujur. Bukan karena karier gue atau karena hidup gue sama sekali. Tapi, kalau lo kena luka bakar, lo pasti masuk di rumah sakit itu yang bagian gedung isolasi. Jadi, gue ada di satu ruangan sama belasan orang korban luka bakar yang lain," ungkapnya.

"Jadi, kalau udah berbulan-bulan lo ada di situ, setiap hari lo bangun yang lo dengar itu ada yang lagi teriak-teriak lagi diganti perbannya, ada yang lagi nangis-nangis. Sebelah gue waktu itu mukanya udah enggak kelihatan. Dia lagi nangis-nangis karena dia baru tunangan, dia takut ditinggal pasangannya. Jadinya, it's the depression of the place," pungkas Chef Renatta Moeloek.

sumber: kumparan.com