Hetanews.com - Ratusan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tenngah menggelar upacara adat Wilujengan, Sultan Agung. Haul Sultan Agung dilakukan sebagai bentuk penghargaan akan sosok pendiri Kerajaan Mataram Islam itu.

Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta, Eddy Wirabumi, mengatakan haul Sultan Agung diadakan Masjid Agung Surakarta. Acara ini dikuti semua abdi dalem prajurit dan bidang keagamaan.

"Semua peserta haul Sultan Agung mengenakan beskap putih dan seragam adat Jawa. Jumlah peserta mencapai 5000 orang," ujar Eddy, Minggu (20/9).

Haul Sultan Agung, kata dia, sebagai bentuk penghormatan atas jasa pahlawan nasional ini. Melalui kegiatan budaya ini sekaligus sebagai upaya napak tilas mengenang perjuangan Sultan Agung saat mendirikan Kerajaan Mataram Islam untuk melawan penjajah Belanda.

"Kegiatan upacara adat wilujengan Sultan Agung ini diadakan sesuai protokol kesehatan COVID-19," kata dia.

Haul ini sebagai upaya nguri-nguri budaya Mataram Islam.
Foto: MP/Ismail

Adik Pakoe Boewono (PB) XIII, GKR Koes Moertiyah Wandansari, menambahkan sebagai penerus Trah Mataram pihaknya memiliki kewajiban untuk menggelar upacara adat tersebut. Haul ini sebagai upaya nguri-nguri budaya Mataram Islam.

"Dengan kondisi negara yang seperti ini kami harap masyarakat tidak meninggalkan sejarah yang lelah ditulis Sultan Agung," kata dia.

Ia berharap masyarakat juga bisa mengenang jasa dan mengenal sosok Sultan Agung yang telah ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan nasional. Haul Sultan Agung ini diikuti peserta dari bernagai daerah yang dulunya masuk kekuasaan Mataram Islam diantaranya, dari Jawa Tengah, Jawa Timur, pulau Madura dan lainnya," tandasnya.

Sumber: merahputih.com