HETANEWS.COM

Tangkapan BNN Ini Akui Perbuatannya

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Ready Kesangga alias Rendi (26), warga Huta IX Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, didakwa memiliki sabu 0,90 gram. Jaksa Barry Sugiarto, menghadapkan terdakwa di sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Senin (19/10/2020).          

Dalam surat dakwaan, JPU menyebutkan, Rendi ditangkap anggota BNN Kabupaten Simalungun, pada Jumat, 24 Juli 2020 lalu, pukul 20.00 WIB dari dalam rumah terdakwa.

Malam itu, ketika terdakwa sedang istirahat, bersama istrinya, pintu rumahnya diketuk dan setelah dibuka terdakwa, ternyata ada beberapa laki-laki yang tidak dikenal terdakwa.             

Setelah diperintahkan untuk mengambilkan sabu yang disimpan, terdakwa tidak bersedia dan dengan disaksikan oleh gamut, Edi, kemudian anggota BNN melakukan pengeledahan. Dari dalam rumah terdakwa, ditemukan sejumlah plastik kosong dan alat hisap sabu.             

Kemudian setelah dilakukan pencarian ke samping rumah terdakwa, ditemukan kaleng hitam berisi 4 plastik klip sabu yang dibalut plastik hijau. Terdakwa mengakui kalau sabu tersebut dibelinya dari Dikki alias Temon (DPO), seharga Rp 500 ribu yang akan dijual kepada pembelinya.              

Perbuatan terdakwa dijerat jaksa, melanggar pasal 114 atau kedua melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara Sarah Nauli Pulungan dari Posbakum PN Simalungun, mengakui terus terang perbuatannya.                

Untuk mendengar tuntutan jaksa, sidang dibantu panitera, Jonathan Sinaga, dinyatakan ditunda hingga Senin mendatang. "Sidang ditunda seminggu untuk tuntutan," kata hakim.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan