Jakarta, hetanews.com - Menpan RB Tjahjo Kumolo memberikan pembekalan kepada calon perwira Polri. Dalam ceramahnya Tjahjo menyinggung soal perilaku anggota polisi.

Selain itu juga Tjahjo Kumolo menyampaikan tantangan polisi ke depan yang harus dihadapi. Antara lain isu korupsi, narkoba, dan terorisme.

"Pengembangan kompetensi dan sikap perilaku anggota Polri di era Revolusi Industri 4.0 guna terwujudnya organisasi yang sehat dan modern," ujar Tjahjo dalam virtual meeting di Lemdiklat Polri, Senin (19/10) seperti disampaikan dalam siaran pers Lemdiklat Polri.

Hadir dalam pembekalan itu Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto serta para perwira di Lemdiklat Polri.

Ancaman yang harus dihadapi bangsa indonesia setelah 75 tahun merdeka adalah korupsi, narkoba, radikalisme, bencana alam termasuk COVID 19 serta Pilkada serentak tahun 2020 yang harus berjalan tertib, aman dan damai yang merupakan tugas aparat Kepolisian.

Ceramah pembekalan itu pembekalan bagi para Peserta Didik PAG (Pendidikan Alih Golongan) TA. 2020.

Menurut Tjahjo, Indonesia menghadapi dua tantangan besar untuk terwujudnya peradaban madani di masa depan, pertama hadirnya Revolusi industri 4.0 dan Society 5.0 yang memicu semua negara beradu cepat untuk adaptasi ke arah digitalisasi dan virtualisasi.

Yang kedua adalah mewujudkan Visi Indonesia 2045 yaitu sejarah 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia yang berdaulat dan mencita-citakan untuk kemakmuran rakyat.

"Kedua aspek besar ini harus dikelola oleh suatu sistem birokrasi maupun penyiapan SDM yang berkualitas," ujar dia.

Tjahjo melanjutkan, dengan manajemen talenta yang secara umum setiap pemimpin harus memiliki kompetensi teknis, manajerial dan sosial kultural sehingga dapat dikatakan memiliki kemampuan sebagai pemimpin yang berfungsi sebagai agen perubahan ke arah yang lebih di lingkungannya.

"Begitupun dengan Polri bahwa kesempatan mengikuti PAG juga disertai dengan tanggung jawab yang besar untuk meningkatkan kemampuan, keahlian dan kredibilitas agar memberikan maslahat yang lebih besar," ungkap Tjahjo Kumolo.

Di kesempatan yang sama, menurut Kalemdiklat Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, potensi menjadi perwira harus dibangun sejak Bintara, sehingga ketika jadi perwira akan menjadi baik karena prosesnya baik saat bintara.

"Calon perwira lulusan PAG TA. 2020 harus dapat mengubah cara pandang dan pola pikir, menjadi pengarah bagi anggota untuk menjalankan tugas dari pimpinan, menjadi tauladan bagi rekan kerja, anggota, dan keluarga, jangan sampai setelah jadi perwira malah menjadi beban dalam organisasi Polri," tutup Arief.

sumber: kumparan.com