Jakarta, hetanews.com - Demo menolak Omnibus Law yang terjadi beberapa waktu lalu berujung pada aksi anarkistis. Ratusan orang ditangkap polisi terkait tindakan itu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan ada 131 orang yang ditetapkan tersangka. Sebanyak 69 di antaranya ditahan.

"Dari 131 orang tersangka, 69 dilakukan penahanan. Jadi kalau kemarin disampaikan hanya 28, sekarang meningkat jadi 69 dilakukan penahanan," kata Nana saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (19/10).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana di Acara Deklarasi #PriokBermasker. Foto: Dok. Humas Polda Metro Jaya

Nana menjelaskan mereka menjadi tersangka karena melakukan pengrusakan dan vandalisme sejumlah fasilitas umum seperti halte Transjakarta dan pos polisi. Selain itu juga pengrusakan kendaraan aparat dan pengeroyokan aparat.

"Dari sekian tersangka memang mayoritas paling banyak pelajar, kemudian ada mahasiswa dan ada juga pengangguran. Pelajar rata-rata anak SMK kemudian di situ ada yang bisa dikatakan dari kelompok Anarko," kata Nana.

Polisi menjerat ratusan orang tersangka dengan Pasal 212 KUHP, Pasal 218 KUHP, Pasal 170 KUHP, serta Pasal 406 KUHP.

sumber: kumparan.com