HETANEWS.COM

Suara dan Harapan Istri Munir Setelah Pollycarpus Meninggal Dunia

Suciwati istri aktivis HAM Munir. Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta, hetanews.com - Istri aktivis HAM Munir Said Thalib, Suciwati bersuara usai Pollycarpus Budihari Prijanto, mantan pilot yang divonis bersalah dalam kasus pembunuhan suaminya meninggal dunia. Suciwati berharap kasus suaminya bisa tetap diselesaikan.

Dalam pernyataan tertulisnya bersama dengan KASUM (Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir), Minggu (18/10/2020), Suciwati pertama-pertama menyampaikan belasungkawa.

"Pada tanggal 17 Oktober 2020 Pollycarpus, pelaku lapangan kasus pembunuhan Munir meninggal dunia. KASUM mengucapkan turut berduka atas meninggalnya Polycarpus khususnya kepada keluarga," ujar Suciwati dalam keterangan tertulisnya.

Kendati demikian, dia menilai meninggalnya Polycarpus masih perlu diselidiki. Sebab, menurutnya Pollycarpus memiliki banyak informasi soal pembunuhan Munir.

"Kami menilai meninggalnya Pollycarpus perlu diselediki oleh otoritas yang berwenang tentang sebab dan musabab meninggalnya Pollycarpus. Sebab, sebagai pelaku lapangan tentu Pollycarpus memiliki banyak informasi terkait kasus pembunuhan Munir, terutama informasi tentang atasan yang memerintahkan dia," tuturnya.

Dia mendorong perlunya penyelidikan yang objektif dan terbuka. Hal ini untuk menghindari kecurigaan terkait meninggal dunianya Pollycarpus.

"Oleh karenanya, penyelidikan atas meninggalnya Pollycarpus perlu dilakukan secara objektif dan terbuka oleh otoritas yang berwenang. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kecurigaan-kecurigaan terkait meninggalnya Pollycarpus," tuturnya.

Dia juga menegaskan bahwa wafatnya Pollycarpus bukan berarti kasus pembunuhan Munir berhenti.

"Kami menilai walaupun Pollycarpus telah meninggal dunia, namun penyelidikan kasus pembunuhan Munir tidak boleh berhenti dilakukan aparat penegak hukum. Penyelidikan kasus Munir perlu terus dilakukan mengingat dari berbagai bukti di persidangan dan beragam bukti lainnya pengungkapan kasus Munir tetap dapat dilakukan, walaupun Pollycarpus telah meninggal," jelasnya.

Lebih lanjut, Suciwati dan KASUM memandang kasus pembunuhan Munir terhambat bukan karena tidak adanya bukti. Namun, lanjutnya, hambatan ini muncul karena tidak ada kemauan politik.

"Kami memandang persoalan pengungkapan kasus pembunuhan Munir hambatannya bukan karena tidak adanya bukti atau karena menimggalnya Pollycarpus, tetapi lebih dikarenakan tidak adanya kemauan politik pemerintah untuk mengungkap kasus pembunuhan Munir ini hingga tuntas," tegasnya.

Sebelumnya, informasi mengenai meninggalnya Pollycarpus dikonfirmasi oleh Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang. Pollycarpus sempat disebut-sebut bergabung dengan Berkarya.

"Baru saja saya konfirmasi ke teman dokter di RSPP, benar beliau telah mendahului kita. Innalillahi wainna ilaihi rajiun," ujar Picunang, Sabtu (17/10/2020).

Pollycarpus meninggal dunia di RS Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta. Eks pilot maskapai Garuda Indonesia itu sedang berjuang melawan Corona sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Pollycarpus adalah eks pilot maskapai Garuda Indonesia yang divonis 14 tahun penjara setelah dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus meninggalnya Munir pada 7 September 2004. Setelah menjalani masa tahanan 8 tahun, ia dinyatakan bebas bersyarat sejak 28 November 2014.

Sumber: detik.com

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan