HETANEWS.COM

Medan Nasibmu Kini, Dari Kota Anti Banjir Era Kolonial Menjadi Kota Rawan Banjir Era Milenial

Medan, Hetanews.com – Pemerintah Kota Medan sepertinya tidak meletakkan banjir sebagai sesuatu yang harus diselesaikan segera. Kebanyakan solusi mengatasi banjir hanya mewujud dalam proyek tambal sulam.

Semua ribut ketika banjir, tapi saat tidak ada banjir seperti tak ada upaya program antisipasi banjir. Disaat musim penghujan dan angin kencang seperti beberapa hari terakhir, barulah masyarakat melihat ada perbaikan drainase, bahkan membuat drainase baru.

Salah seorang warga medan yang tinggal di kawasan medan selayang sangat menyayangkan lambannya pemerintah kota mengantisipasi banjir.

“Capek lah bang, rumahku udah bosan kebanjiran. Paling bentar lagi pilkada pura pura sibuklah itu datang ke kampung kita ini liatin korban banjir,” ujar Johan, salah satu warga yang rumahnya jadi langganan banjir.

Selain banjir warga juga menyoroti fenomena semakin maraknya aksi kejahatan seperti begal yang sekarang berani berkeliaran di jalan jalan protokol.

“Orang takut sekarang keluar larut malam, banyak begal. Di jalan protokol sekalipun,” ucap Doli, warga sekitar yang ikut menimpali pembicaraan.

“Yang paling kentara sih bang, tengoklah…banyak muncul pengemis, badut sampai manusia cat di jalanan. Di lampu merah. Itu kan udah jelas bukti tak terbantah kalo pengangguran makin tinggi di Kota Medan ini,” tambahnya dengan nada kesal.

Randy, mantan mahasiswa sejarah di salah satu universitas ternama di Kota Medan saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan bahwa andai saja pemerintah kota mau belajar sejarah, sejumlah titik langganan banjir itu bisa dihindari.

“Seturut sejarahnya, medan ini di era kolonial belanda udah di-sett sebagai kota anti-banjir dek. Meniru belanda. Tujuan awalnya biar warga belanda yang tinggal disini merasa seperti tinggal dikampung halamannya (belanda-red),” ujarnya.

“Aspek historis harus dipelajari. Jangan selesaikan banjir dengan cara parsial, kalau tidak kota medan akan jadi danau ditahun-tahun mendatang. Banyak kejadian drainase dibangun eh tapi tetap banjir. Itu kenapa? Masa gak dikejar akar masalahnya,” tambahnya.

Masyarakat medan menanti gerakan serius dari para stakeholder untuk mampu memimpin penanganan banjir yang sedari dulu jadi keresahan warga kota.

Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!