Siantar, Hetanews.com - Ketua Komisi I DPRD Pematangsiantar, Andika Prayogi Sinaga menyinggung pelayanan RSUD Djasamen Saragih. Ia mengatakan paramedis dan dokter di badan layanan umum daerah itu harus benar benar mengabdi kepada masyarakat.

Hal itu ia sampaikan usai membantu seorang pasien Ibu hamil, yang bolak balik keluar rumah sakit karena disebut berstatus reaktif Covid-19. Yogi prihatin akan keselamatan ibu dan jabang bayinya.

“Dipastikan saat ini sedang reaktif. Cuma pihak RSUD ini tidak bergerak dengan baik. Sehingga kita meminta siapa yang bertanggung-jawab. Agak kesal memang karena perawat tadi tidak menggubris kita," ujar Yogi ditemui di kompleks RSUD Djasamen, Kamis (15/10/2020).

Pasien bersalin itu merupakan warga Pematangsiantar. Ia dilarikan ke Djasamen dari RS Grand Medistra Lubuk Pakam, Kamis siang. Sehari sebelumnya ia berada di RS Harapan Pematangsiantar.

Menurut pihak keluarga, kondisi imun si Ibu melemah sejak bergulat dengan rasa sakit menjelang lahiran. Wanita muda itu juga melakukan rapid test di RS Lubuk Pakam namun hasilnya belum diumumkan.

Berstatus reaktif Covid 19 memang hal yang cukup serius, namun keselamatan nyawa Ibu dan Bayi tetap yang utama. Meski begitu pihak rumah sakit rujukan Covid 19 itu dianggap enggan mengambil sikap.

"Boru (Puteri) kami mau melahirkan, dia sudah masuk ke RS Harapan Siantar Rabu kemarin, terus dirujuk ke RS Grand Medistra Lubuk Pakam. Tidak bisa di sana, baru kami bawa ke sini karena bukaan ketiga," ujar Noveri Sibuea.

Setelah lebih kurang lebih empat jam, akhirnya pihak rumah sakit bersedia menangani si Ibu. Menurut pihak keluarga, Ibu hamil itu akan melahirkan lewat proses operasi.

Melihat pelayanan rumah sakit tersebut, Andika kemudian menyarankan Walikota Hefriansyah meninjau RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar.

"Kita berharap Walikota untuk terjun ke RSUD Djasamen Saragih. Kemudian mengisi dokter dokter yang mengabdi untuk masyarakat," pungkasnya.