HETANEWS.COM

Mau Disuruh Beli Sabu, Ujung – ujungnya Riky Divonis 4,6 Tahun Penjara

Petugas mengawal terdakwa saat mengikuti sidang online. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Richky Siagian als Riky (36), warga Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, akhirnya divonis 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp800 juta, subsider 3 bulan penjara.

Vonis hakim, pimpinan Roziyanti yang dibacakan dalam persidangan, Kamis (15/10/2020), lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Sebelumnya, JPU Hiras Affandi Silaban SH, menuntut pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp800 juta, subsider 6 bukan penjara.  Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah, melangga pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika. Sepaket sabu seberat 0,02 gram (netto) dinyatakan dimusnahkan.

Riky didampingi pengacara prodeo dari Posbakum PN Simalungun, Sintong Sihombing dan Andrea Sinaga, diberi waktu 7 hari untuk menyatakan menerima atau pun melakukan upaya banding atas vonis tersebut. Demikian juga dengan jaksa diberikan hak yang sama.

Menurut hakim,  terdakwa ditangkap Satres Narkoba Polres Simalungun, pada Kamis, 5 Maret 2020 lalu, di Perladangan Nenas Kukdong, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa.

Saat melihat petugas, terdakwa berusaha melarikan, bersama 2 orang temannya, sambil membuang sesuatu.

Tapi terdakwa berhasil ditangkap dan 2 temannya lolos. Barang bukti yang sempat dijatuhkan, diakui terdakwa, dibeli dari Usep Siregar (DPO) seharga Rp90 ribu. Rencananya, sabu tersebut akan digunakan bersama temannya yang berhasil kabur.

"Uang beli sabu punya teman ku pak, aku hanya disuruh beli dan dikasih pakek sama," kata terdakwa, kepada petugas saat ditangkap.

Bersama barang bukti, terdakwa dibawa untuk melakukan pengembangan menemui Usep Siregar, tapi tidak berhasil. Maka petugas langsung membawa terdakwa ke Polres Simalungun, di Raya untuk diproses sesuai hukum.

Hal yang memberangkatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan, menyesal dan belum pernah dipidana.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan