Medan, Hetanews.com - Polrestabes Medan meringkus dua orang security DPRD Kota Medan terkait pelemparan batu saat unjuk rasa penolakkan Omnibus Law di depan Gedung DPRD Medan, keduanya  ABH (23) dan AJ (23). 

"Keduanya kita amankan dari tempat berbeda, tersangka ABH diamankan pada Jumat (09/10/2020) di pos I Gedung DPRD Kota Medan sekitar pukul 15.00, sedangka tersangka AJ kita amankan di Jalan Rakyat simpang Masjid Taufik, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Provinsi Sumut, " terang Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).

Martuasah Tobing menyebutkan awalnya personil Timsus Jatanras Satreskrim mendapatkan informasi tentang adanya pelemparan batu dari atas gedung DPRD Medan. Lantas sambungnya, Timsus dari aparat kepolisian inipun mencari kebenaran hal tersebut dan melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan dan interogasi para saksi yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) akhirnya ditemukan bahwa adanya aksi pelemparan batu ke arah massa pengunjukrasa tersebut.

"Sekitar pukul 14.00 Wib, ABH naik Lift dari lantai parkiran mobil menuju lantai VI Gedung DPRD Kota Medan bersama dengan AJ. Sesampainya di Lantai VI Gedung DPRD Kota Medan, ABH bersama dengan AJ berjalan dari tangga ke Lantai VII Gedung DPRD Kota Medan,” ungkapnya

Martuasah menuturkan sesampainya di lantai VII Gedung DPRD Kota Medan, AJ langsung melakukan pelemparan batu bata dengan ukuran setengah dan penuh sebanyak 5 kali dengan memakai tangan kanan ke arah ke arah puluhan orang melakukan unjuk rasa.

Martuasah juga sudah mengamankan barang bukti salinan rekaman CCTV pada saat ABH dan AJ naik Lift pada saat sebelum dan sesudah melakukan pelemparan batu.

"Alasan keduanya melakukan pelemparan batu ini, didasari sakit hati dan sempat terkena lemparan batu, sehingga merasa kesal dan melalukan aksi balasan dengan melempar batu," ucapnya