Medan, Hetanews.com  -  Selain meringkus ketua Kammi Medan Khairi Amri, Polda Sumut juga meringkus dua orang lainnya yang diduga menjadi dalang dibalik aksi kerusuhan demo Omnibus Law di di sejumlah titik di kota Medan pada 8 Oktober lalu.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin usai rapat Forkopimda Sumut bersama perwakilan buruh di aula rumah dinas Gubernur Sumut (Gubsu), (12/10/2020), menegaskan ketiga terduga pelaku sempat sempat menyusun skema penjarahan ketika kerusuhan terjadi.

Tiga orang diduga dalang aksi kericuhan di Medan ditangkap polisi, ketiganya diduga berasal dari kelompok Koalisi Aksi Menyelamatkan Indnesia (KAMI) dengan merencanakan penjarahan.

“Ketiga terduga pelaku ditangkap berkaitan dengan unjuk rasa menolak Undang – Undang Cipta Kerja yang berakhir dengan kerusuhan,” ucapnya menjawab pertanyaan wartawan

Kini kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dengan kasus ini dan ketiganya rencananya akan dibawa ke Jakarta.

Pengacara Khairi Amri, Abdul Hakim, membenarkan penangkapan tersebut. Dia menyebut penangkapan Khairi terkait dugaan pelanggaran UU ITE.

“Iya, pelanggaran ITE,” ucap Abdul Hakim seperti yang dilansir Detik

Abdul Hakim mengatakan penangkapan tersebut dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban perbuatan personal Khairi Amri. Dia mengatakan saat ini kliennya sedang berada di kantor polisi.

Sebelumnya dalam aksi unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan di kota Medan Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah menetapkan sedikitnya 27 tersangka kini ditahan di Mapolda Sumatera Utara.