HETANEWS.COM

Polda Sumut Bebaskan 460 Pendemo yang Tolak Omnibus Law

Demo di depan DPRD Sumut dan DPRD Medan yang berujung ricuh.

Medan, hetanews.com - Sebanyak 468 orang yang berdemo menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Sumatera Utara diamankan polisi pada Jumat (9/10). Dari jumlah tersebut, 460 orang sudah dibebaskan oleh Polda Sumatera Utara.  

" Untuk yang diamankan Jumat, diamankan 468 dan 460 orang (sudah) dilepas," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Tatan Dirsan Atmaja, kepada wartawan, Minggu (11/10). 

Sementara itu, lanjut Tatan, masih ada 8 pengunjuk rasa yang masih dalam pemeriksaan. Mereka diperiksa lantara membawa senjata berbahaya dan positif narkoba.  

"2 orang kedapatan (bawa) molotov masih diproses, 3 orang kedapatan membawa sajam masih proses tahan dan 3 positif narkoba proses tahan," ujar Tatan. 

Meski begitu, Tatan belum merinci status 8 orang yang ditahan tersebut. Begitu juga dengan pengunjuk rasa yang reaktif corona.  

Unjuk rasa yang digelar pada Jumat (9/10) merupakan aksi kedua yang dilakukan pendemo. Sebelumnya, pada Kamis (8/10), polisi mengamankan sebanyak 243 orang peserta demo yang sempat ricuh di Kantor DPRD Sumatera Utara.  

"24 orang kita tetapkan sebagai tersangka, 195 orang sudah kita lepaskan," ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, kepada wartawan, Sabtu (10/9) 

Martuani menambahkan, kericuhan di kantor DPRD itu diduga karena adanya campur tangan dari kelompok anarko dan geng motor.  

"Ada kita identifikasi kelompok geng motor atau anarko yang tertangkap 32 orang," pungkasnya. 

Sumber: kumparan.com

Editor: Suci Damanik.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan