Medan, hetanews.com - Pesatnya perkembangan teknologi dalam penyebaran informasi, sebaiknya dimanfaatkan generasi muda dan milenial untuk mengikuti perkembangan politik.

Bila memungkinkan, generasi milenial juga diharapkan terlibat dalam politik. Khususnya, menggunakan hak suaranya dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Hal tersebut, dikemukakan Calon Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution, saat menggelar pertemuan dengan relawan pendukung pasangan Bobby-Aulia, di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (10/20/2020).

"Sebagai anak muda, kita mempunyai peranan penting dalam melibatkan diri dalam politik. Pemuda harus memiliki ruang apresiasi untuk politik. Jika anak muda tidak ikut politik maka peluang kehancuran Kota Medan akan semakin besar. Oleh karena itu, kalangan muda harus terlibat dalam politik untuk membangun kota ini," kata Bobby.

Suami Kahiyang Ayu ini menambahkan, sudah tiga pemimpin Medan, yang sebelumnya mendapatkan mandat dari masyarakat, namun pola kepemimpinannya dinilai tidak lulus semua.

"Mungkin itu bukan salah mereka, tapi karena sistem birokrasi yang harus diubah. Cara mengubahnya, ikut serta dalam Pilkada Medan pada 9 Desember nanti,” kata alumni S-2 Agrobisnis IPB ini.

Bobby meminta kalangan anak muda tidak boleh apatis terhadap kondisi yang terjadi. Momentum pesta rakyat ini harus dimanfaatkan kaum muda untuk menentukan pemimpin pembawa perubahan bagi kotanya. Kaum muda tidak boleh bersikap apatis sebab suara atau hak pilih dirinya menentukan nasib banyak orang.

"Ini saya ungkap karena kita belajar dari komentar di instagram dan facebook, kalau sudah anak muda fotonya, setiap ada postingan tentang politik, tidak mau tahu. Makanya, anak muda harus melek, harus mau terlibat dalam politik sehingga bisa membangun peradaban Kota Medan,” sebutnya.

Sumber: beritasatu.com