Siantar, Hetanews.com – Mendikbud  Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pendidikan dalam masa darurat  Covid 19 pada 24 Maret 2020.

Salah satu pokok penting dalam edaran ini adalah proses belajar dari rumah melalui pembelajaran  jarak jauh dalam jaringan atau daring.

Pembelajaran ini memberikan pengalaman baru bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

Terlepas apakah pro kontra belajar daring, terhitung sejak diterbitkan surat edaran itu, hampir 8 bulan siswa tidak mengenyam pendidikan di sekolah.

Andrea Maldini (17), seorang siswa yang dimintai pendapatnya soal pembelajaran daring mengaku senang tetap mendapat ilmu meski tidak belajar di sekolah.

 “Saya senang karena bisa tetap mendapat ilmu walaupun tidak belajar di sekolah. Dan saya merasa bahwa belajar secara daring juga cukup efektif ya, dan mudah dipahami,” tulis Andrea kepada Hetanews, Sabtu (10/10/2020)

Siswa di SMK Surya Pematangsiantar ini menuturkan, belajar daring cukup efektif karena dilakukan melalui google classroom, zoom, dan media pendukung lainnya.

“Pembelajaran daring dilakukan dengan baik dan sangat efektif. Menurut saya karena menggunakan aplikasi seperti google classroom, zoom dan whatsap,” tambahnya,

Di situasi pandemi Covid-19, Maldini juga mendapat fasilitas pendukung yakni bantuan kuota selama belajar secara daring.

“Kami mendapatkan bantuan kuota dari pemerintah. Itu kuotanya diberikan sebanyak 10 Gb terhitung mulai bulan September lalu sampai sekarang,” tukasnya,

 Andrea berharap lewat belajar daring ia semakin terbiasa dan mampu menyerap ilmu yang diajarkan oleh guru.

“Semoga dari belajar secara daring ini bisa menambah wawasan saya dan saya berharap bisa semakin memahami apa yang diajarkan oleh guru saya,” tutup warga Kecamatan Siantar Martoba ini.