Simalungun, Hetanews.com - Seluruh tenaga dikerahkan untuk mencari Endi Fernando namun  ia belum ditemukan. Terakhir kali Endi bersama 5 orang temannya berada di perairan air terjun Tarak Ni Onggang, Minggu (4/10/2020) sore sekitar Pukul 16.30 WIB.

Basarnas, Polisi, Koramil bahkan paranormal turun menyisir perairan di sungai Sampuran, hulu air terjun Tarak Ni Onggang, di Huta II Nagori Bongguron Kariahan, Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun.

Di tempat itu, Sariani Purba (47) terus menyeka air matanya seraya menatap ke air sungai yang mengalir.  Dengan perasaan harap cemas, ia memanjatkan doa untuk anaknya. Sesekali terdengar suara lirih memanggil putranya. “Endi pulang lah nak,”ucapnya.

Hari ke enam pencarian, tepatnya Jumat (9/10/2020), Tim Basarnas yang dikomandoi Wason Purba  menghentikan pencarian.

Endi menyelamatkan dua temannya

Endi anak ketiga dari empat bersaudara buah hati Tirawan dan Sariani boru Purba. Ia tinggal bersama orangtuanya di Huta Siau Tomuan Nagori Bongguron Kariahan Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun. 

Sebelum dinyatakan hilang, Endi (17) bertemu dengan kelima temannya yang biasa mandi di Sungai Sampuran Tarak Ni Onggang. Mereka memutuskan pergi ke lokasi. Saat mandi, tiba-tiba dua temannya terlihat gelagapan di permukaan air. Sementara volume air saat itu bertambah karena intensitas hujan tinggi.  

Menurut salah seorang teman Endi, Yogi Sinaga (16) yang menjadi saksi peristiwa itu mengatakan, upaya Endi menyelamatkan temanya berhasil.

Namun giliran ia keluar dari air Endi lenyap. Yogi menduga Endi Fernando ditarik pusaran air. Kelima temannya yang menyaksikan itu pun hanya mampu berlari seraya meminta pertolongan warga sekitar. 

Sebelum peristiwa yang menimpa Endi, menurut warga setempat kejadian serupa pernah terjadi. Beberapa tahun lalu di perairan Tarak Ni Onggang, pernah seorang gadis mengalami hal serupa.

Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Sampuran Tarak Nionggang Dihentikan

Penulis: Dani Rachdian | Editor: Huget