Medan, Hetanews.com - Tercatat 54 masa aksi penolakkan UU Omnibus Law yang berujung bentrok di gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol diamankan Pihak kepolisian di Mapolresta Medan

Pantauan dilapangan, tampak masa aksi yang diamankan pihak kepolisian tersebut, tiba di Mapolrestabes Medan sekitar pukul 17.30 dengan menggunakan mobil tahanan.

Tampak puluhan pemuda masa aksi yang terdiri dari Mahasiswa dan Pelajar tersebut digiring jalan jongkok menuju lapangan Mapolresta Medan tanpa menggunakan . Tampak petugas mendata satu persatu pemuda yang diamankan tersebut.

Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Irwan Anwar saat menanyai para pemuda tersebut menegaskan bahwa kelakuan para pemuda tersebut akan diberitahu ke sekolah dan perkuliahan masing-masing.

“Kalian akan diberitahu ke sekolah dan kuliah. Makanya berpikir panjang, jangan ikut-ikutan saja,” katanya kepada para pengunjuk rasa yang ditangkap.

Sebelumnya, masa aksi menolak UU Omnibus Law di DPRD Sumut terlibat bentrokkan dengan petugas. Tampak pagar DPRD Sumut rubuh dan beberapa petugas kepolisian terluka dalam aksi tersebut.

Sedangkan disisi jalan Maulana lubis saat dialog terjadi masa aksi terlibat saling lempar batu dengan petugas kepolisian. Petugas kepolisian pun menembakkan gas air mata, untuk memecahkan konsentrasi masa.

Pantuan, dilapangan sempat terjadi aksi lempar batu dan botol dari arah mahasiswa ke arah gedung DPRD Sumut. Aksi lemparan batu tersebut, dibalas dengan water canon dan tembakan  gas air mata dari petugas kepolisian yang mengamankan aksi mahasiswa tersebut.

Terdengar suara dari kapolresta Medan Kombes Pol Riko Sunarko menenangkan mahasiswa yang berdemo.

"Saya imbau jangan terprovokasi, semuanya menahan diri. Permintaan adik-adik untuk mendatangkan anggota dewan," ucap kapolresta Medan.