Medan, Hetanews.com - Masa aksi penolakkan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Depan Kantor DPRD Sumut terlibat dialog panas dengan anggota DPRD Sumut.

Sebelumnya, aksi demonstrasi tersebut berlangsung ricuh. Tampak pagar DPRD Sumut rubuh dan beberapa petugas kepolisian terluka dalam aksi tersebut.

"Coba ulangi lagi, kami mau dengar," teriak mahasiswa yang terlibat dialog dengan perwakilan DPRD Sumut.

Tampak anggota DPRD Sumut M Faisal dari PAN yang terlibat dialog dengan masa peserta aksi. Ia tampak dikawal anggota Brimob ketika berdialog dengan masa aksi

"Pengesahan ini terlalu tergesa-gesa, tidak melibatkan masyarakat, buruh dan tidak melibatkan para pakar. jadi kita semua, orang Medan sangat menolak," ucap Faisal menanggapi masa aksi.

Meski sudah memberikan penjelasan, masa aksi tidak terima dengan penjelasan tersebut.

"Bacot, kata spongebob," teriak masa aksi menanggapi keterangan Faisal.

Sementara itu, disisi jalan Maulana lubis saat dialog terjadi masa aksi terlibat saling lempar batu dengan petugas kepolisian. Petugas kepolisian pun menembakkan gas air mata, untuk memecahkan konsentrasi masa.

Pantuan, dilapangan sempat terjadi aksi lempar batu dan botol dari arah mahasiswa ke arah gedung DPRD Sumut. Aksi lemparan batu tersebut, dibalas dengan water canon dan tembakan  gas air mata dari petugas kepolisian yang mengamankan aksi mahasiswa tersebut.

Terdengar suara dari kapolresta Medan Kombes Pol Riko Sunarko menenangkan mahasiswa yang berdemo.

"Saya imbau jangan terprovokasi, semuanya menahan diri. Permintaan adik-adik untuk mendatangkan anggota dewan," ucap kapolresta Medan.

Hingga saat ini, aksi mahasiswa tersebut masih berlangsung.