Simalungun, hetanews.com – Korban Endi Fernando (17), merupakan anak ke 3 dari empat bersaudara, yaitu hasil buah kasih dari pasangan Tirawan (48) dan Sariani boru Purba (47).

Menurut keterangan Sariani, ibu kandung korban, pada awak media ini mengatakan, bahwa sebelum anak ketiganya itu tenggelam, yaitu seminggu sebelum kejadian, dia sempat minta dibelikan baju baru, dengan alasan untuk dipakai saat menjalankan ibadah Sholat Jumat, pekan depan.

Sariani yang sesekali menyeka air matanya, melirik riak air Sungai Sapuran, dan berharap jasad anak kandungnya itu dapat segera ditemukan.
Bahkan sesekali terdengar dengan suara lirih menyebut nama anak kandungnya itu, "Endi pulang lah nak,”ucapnya, Kmais (8/10/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, Endi Fernando, bersama kelima temannya, datang ke tempat itu dengan maksud mandi - mandi.

Akan tetapi tak mengira, musibah naas menghampiri korban.

Warga Silau Tomuan itu tenggelam di Sungai Sampuran, atau air terjun Tarak Nionggang yang berada di wilayah Huta II, Nagori Bongguron Kariahan, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Hingga hari ke empat, pencarian yang dilakukan pihak Tim Gabungan yaitu BPBD, Basarnas dan Kepolisian serta Koramil 14 Raya dan warga masyarakat setempat, masih belum menemukan titik terang.

Hari kelima pencarian jasad korban pun kembali dilanjutkan, pada Kamis (8/10/2020), sekira pukul 09:30 WIB.

Tim Basarnas bersama warga setempat, kembali menyisir lokasi Sungai Sapuran Tarak Nionggang.

Sejumlah upaya juga dilakukan mencari korban dan bahkan jasa orang pintar (dukun,red) juga diberdayakan.

Menurut salah satu teman korban, Yogi Sinaga (16), bahwa Endi Fernando, saat itu hendak menolong dua korban yaang tenggelam terlebih dulu dan upayanya itupun berhasil.

Namun giliran dirinya yang ditarik pusaran air terjun hingga hilang ditelan air sungai dan hingga hari ini, jasadnya belum ditemukan.