Siantar, hetanews.com - Seorang pria paru baya, bernama Irvan Tarigan (41), tamatan STM Negeri Siantar ini, mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar bio solar dan bensin, Kamis (8/10/2020).

Pria yang akrab dipanggil Irvan yang merupakan warga Jalan Family Nagahuta, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari ini, menyebutkan, ia membuat alat pengubah limbah plastik menjadi bahan bakar,  dari bahan stenlis atau alat pemanas yang mulai dikembangkan, dua bulan lalu yang dinamai destilator.

Menurutnya, proses pengolahan sampah plastik yang diolah untuk menjadi minyak hanya makan waktu selama empat jam.

Sedangkan bahan sampah plastik yang dimuat dalam alat pemanas sekisar 40 kilogram untuk menghasilkan 40 liter minyak.

"Ini kita buat untuk mengurangi limbah plastik yang semakin hari semakin banyak kita temui. Jadi, bahan baku semua jenis plastik lah. Kita masukkan ke dalam destilator, kita panaskan dengan suhu mencapai 200 ke 300 derajat. Nanti, dengan suhu segitu yang keluar hasilnya solar. Tapi kalau yang untuk suhu 60 ke 70, hasilnya menjadi premium," ujar Irvan.

Untuk diketahui,  teknologi yang dikembangkan seperti plastik menjadi bahan bakar, melalui proses pirolisis itu. Mekanisme pirolisis yaitu proses memanaskan plastik tanpa oksigen dalam temperatur tertentu serta teknik destilasi.

"Hasil dari alat pemanas ini, sebenarnya bisa menghasilkan empat bahan bakar minyak. Solar, minyak tanah, premium dan aftur termasuk gas. Gas itu kita bakar biar supaya jangan menjadi racun dan tidak berbau. Hasilnya sudah bisa diaplikasikan untuk bahan bakar kendaraan bermotor dan mesin dompeng," jelas Irvan.

Masih dikatakan Irvan, penemuan tersebut terinspirasi sejak dirinya pergi merantau ke luar Sumatera Utara. Sehingga dirinya bersma temannya memiliki ide, cara mengubah limbah plastik menjadi BBM.

Sehingga dengan usaha yang keras dan bantuan informasi di media sosial seperti youtube, akhirnya Irvan berhasil mewujudkan penemuanya tersebut.

"Dari dulu pemerintah sangat sulit mengurai limbah plastik, maka dengan ini kan mengurangi. Nah, sekarang kita ada formulanya. Kalau pun ada Pemerintah yang nantangin, kita ok, silahkan," tambahnya lagi.

Dengan didampingi keluarganya, Irvan Tarigan mengatakan untuk  kedepannya ia berencana akan memembuat limbah plastik menjadi paping blok dan kosen jendela. Tentunya dengan harapan adanya perhatian Pemerintah Kota Siantar terhadap penemunya tersebut.