Medan, hetanews.com - Dua kapal nelayan asal Sibolga diberondong peluru saat akan melepas jangkar di perairan Aceh. Akibat penembakan itu, dua nelayan dilaporkan tewas di tempat dan satu orang lagi kritis.

Kasatpol Air Polres Kota Sibolga, AKP Marudur Sihombing mengatakan, penembakan itu dilakukan oleh kelompok orang tak dikenal (OTK) bersenjata, Minggu (4/10/2020) kemarin.

"Kedua nelayan yang tewas adalah Aspuri (36) warga jalan Sibolga Barus Kelurahan Tapian Nauli II, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah. Kemudian, Putra (30) warga Pandan," ujar Marudur, Rabu (7/10/2020).

Marudur menyebutkan, korban kritis bernama Irvan Nasution (21) warga lingkungan III Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga. Korban dirawat di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan Polres Aceh terkait penembakan oleh OTK terhadap nelayan asal Sibolga ini. Pelaku masih dalam pengejaran aparat," jelas Marudur.

Maruli Hutahaean (30), salah seorang nelayan yang menyaksikan penembakan itu menyampaikan, ada 13 nelayan yang berada di dalam kapal saat terjadinya penembakan.

"Saya salah seorang dari nelayan itu. Saat itu, kami hendak menurunkan jangkar di tengah perairan. Kami mau beristirahat karena kelelahan untuk mencari ikan. Kapal kami langsung ditembaki," jelasnya.

Maruli juga mengaku tidak mengetahui identitas kawanan pelaku penembakan tersebut. Pasalnya, saat kejadian masih dalam keadaan gelap. Para pelaku langsung kabur setelah melakukan penyerangan itu.

"Kami tidak mengetahui alasan penembakan itu. Selama ini, para nelayan tidak pernah terlibat konflik dengan nelayan lain. Bahkan, kami sesama nelayan terkadang saling membantu di tengah perairan," sebutnya.

Sumber: beritasatu.com