HETANEWS.COM

Aplikator Lokal Siantar Ikut Khawatir Jadi Tumbal Omnibus Law

FOTO : Winton, salah seorang aplikator muda siantar saat memberikan keterangannya kepada Hetanews, Rabu (07/10/2020)

Siantar, Hetanews.com -  Omnibus Law ternyata membuat banyak pihak gerah. Tidak hanya buruh, bahkan developer aplikasi nasional juga mulai bertanya-tanya kemana arah kebijakan kali ini.

Hal itu disampaikan Riduan Winton Manurung , salah seorang developer aplikasi di siantar, dalam kunjungannya ke kantor redaksi Hetanews pada Rabu (07/10/2020).

“Boleh gak ya kami developer aplikasi ini bersuara bang? Salah gak ya?” ujarnya membuka pembicaraan.

Baca juga: Siantar Online Segera Grand Launching

Awak media hetanews kemudian menyakinkan dirinya bahwa kebebasan berpendapat itu dijamin Undang-Undang. Suara tak boleh dibungkam.

“Iya, sebenernya sih saya awam soal ini (omnibus law-red), tapi akhir-akhir ini saya resah karena di grup kami, developer nasional, mulai aktif dibahas tentang rancangan UU ini,” ujarnya.

Ketika dikejar mengenai apa keresahan para developer aplikasi nasional, pria mudah senyum ini menjelaskan ketakutan soal mudahnya perizinan bagi developer aplikasi besar yang sudah ada. Awak hetanews kemudian menanyakan apakah ketakutan ini adalah bentuk ketakutan pada persaingan antar aplikasi, Winton menggeleng.

Baca juga: Aplikasi Karya Anak Siantar

“Kalau takut gak sama sekali, buktinya sampai detik ini untuk aplikasi ride hailing (ojek online) aja di siantar sudah ada puluhan aplikasi. Saya bahkan sudah buat lima diantaranya. Kalau antar sesama developer lokal kita malah kompak, senang bersinergi, sama-sama bangun siantar,” tuturnya kemudian.

“Kita cuma khawatir sangkin mudahnya perizinan ini nanti, developer nasional yang modalnya udah besar bebas masuk ke berbagai daerah, termasuk siantar. Akibatnya membunuh potensi developer lokal karya putra/i terbaik siantar,” tambahnya.

Saat disinggung tentang potensi sumber daya manusia di siantar, Winton dengan tegas menyatakan bahwa secara pribadi tidak menjumpai kesulitan berarti.

Baca juga: Siantar Online: Mari besar sama sama

“Anak siantar itu cerdas bang, kita gak susah cari orang selama ini,” pungkasnya

“Saya berharap kepada pemerintah kota, tolonglah rangkul kami para aplikator lokal ini. Berikan barrier terhadap potensi serbuan developer luar. Selama ini kami berdiri tegak diatas semua keterbatasan yang kami miliki, termasuk modal,”  terangnya.

“Tapi kami gak ngeluh, pemko juga sangat support secara administratif. Kami sangat hargai itu. Harapan kami tolonglah kalau omnibus ini jadi disahkan nanti, pemerintah daerah bisa melindungi kami para developer lokal aplikasi dari serbuan aplikasi luar akibat mudahnya perizinan. Tolong jangan matikan anak muda siantar yang selama ini semangat bangun aplikasi lokal,” ucapnya menutup pembicaraan.

Penulis: Desi Manalu. Editor: ando.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan