HETANEWS.COM

Mahasiswa Siantar Tolak Omnibus Law

Ilustrasi penolakan omnibus law

Siantar, hetanews.com – Polemik UU Omnibus Law masih berkepanjangan, di Kota Siantar, mahasiswa dan pemuda berencana untuk turun kejalan menolak Undang Undang Omnibus Law Cipta kerja. Aksi ini, direncanakan pada Kamis (8/10) mendatang.

Sebelum aksi di hari Kamis ini, mahasiswa/i Kota Siantar yang tergabung dalam gerakan rakyat melawan (Gerliyawan) menggelar aksi seribu lilin di depan Kampus Universitas Simalungun, Selasa (6/10) mulai pukul 20.00 WIB. Hadir, mahasiswa mahasiswi yang tergabung dalam BEM dan organisasi kemahasiswaan lainnya.

"Aksi seribu lilin ini adalah langkah awal dari rencana aksi kita pada tanggal 8 Oktober nanti. Ini merupakan hasil dari pertemuan malam ini yang diikuti rekan rekan mahasiswa dari berbagai kampus," kata Yusuf, mahasiswa USI dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Mahasiswa siantar tolak omnibus law (foto/ndo)

Terlihat, mereka saling bergantian berorasi. Orasi dengan menganggap bahwa DPR adalah penghianat rakyat. Mereka juga turut membacakan puisi dan tak lupa untuk berdoa. Mereka menyebut, bahwa pengesahan UU Cipta Kerja adalah sebuah UU yang dihasilkan oleh DPR yang tidak pro dengan rakyat.

"Kami bakal menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja ini yang tidak pro dengan rakyat. Juga sebagai mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR. Pemerintah seharusnya, mengesahkan RUU PKS itu. Omnibus law ini, akan merugikan kaum pekerja, tapi menguntungkan pengusaha. Tidak adil,' lanjutnya. 

Aksi massa penolakan terhadap UU Omnibus Law telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Kaum buruh, kaum intelek dari mahasiswa, berkumpul dan bersama sama untuk satu suara akan penolakan UU yang disahkan secara senyap tersebut. Aksi besar direncanakan pada hari Kamis ini, sehingga Kota Siantar juga tidak ingin ketinggalan untuk satu suara penolakan UU Omnibus Law.

Penulis: ndo. Editor: ando.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Komentar 1
  • Johan
    Oalah wa..jgn trus menolak wa.dibaca dulu kebijakan nya apa.setelah dibaca dan dilihat kedepannya sprti apa?jangan terlalu monoton kali apa itu.biar gk terlalu apa kali apa itu.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan