Hetanews.com - Bus Putra Pelangi nomor polisi BK 7515 AA mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Tol Tebingtinggi- Medan, tepat di Kilometer (Km) 47 Desa Pasar Melintang, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, Jumat (2/10) sore.

Akibatnya satu orang kernet meninggal dunia Adalah Bahtiar (51) warga Bireuen yang tewas setelah terjepit dalam kecelakaan. Sedangkan 15 penumpang mengalami luka ringan dan parah telah berada di Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam.

"Yang tewas satu orang, kernetnya. Kalau luka berat tiga orang sudah dibawa ke Grand Med. Luka ringan ada lima orang dan sudah pulang. Kami sedang periksa saksi-saksi," ujar Kasatlantas Polresta Deliserdang AKP SL Widodo, Sabtu (3/10).

SL Widodo mengaku telah meminta bantuan tim dari Polda Sumut untuk mencari penyebab kecelakaan Bus Mercedes Benz yang rusak parah itu. Bagian depan hancur, seluruh kaca depan pecah dan barang milik penumpang berserakan di jalanan. 

Seorang penumpang, Zulkifli (51) mengatakan supir bersikap aneh dan tak wajar saat mengendari Bus Putra Pelangi. Mulai membawa mobil secara tak karuan dan tak mengerti cara menggunakan kartu tol, hingga dibantu oleh supir kedua.

"Gak tau dia pakai kartu tol. Sopir sepertinya juga gak tahu mau keluar tol. Dibantai aja (ngebut) sama dia di tikungan, makanya terguling ke kanan," kata Zulkifli.

Dia mengungkapkan, dalam pikirkannya saat kecelakaan hanya keselamatan anaknya, Zahra (8) yang duduk di sampingnya. Begitu bus terguling, dia pun buru-buru mencari keberadaan Zahra.

"Kepala anakku terbentur besi. Kalau aku lengan saja yang sakit. Setelah anakku kupegang, kami keluar pelan pelan. Nangis saja dia tadi, ini baru diam sekarang. Kami hanya berdua saja naik bus dari Bukittinggi mau ke Bromo Medan. Setelah itu ada juga sekitar lima orang yang kuselamatkan karena kejepit-jepit mereka," ujar Zulkifli.

Sumber: indozone.id